Minggu, 09 February 2020

Minimalisir Perpecahan, PERADI RBA Usung Mekanisme OMOV Memilih Ketua

Anggota PERADI juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam proses laporan pertanggungjawaban pengurus saat ini.
Moch Dani Pratama Huzaini
Suasana diskusi sebelum penandatanganan kerja sama antara PERADI Rumah Bersama Advokat dengan Hukumonline, Jumat (7/2). Foto: RES

Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) di bawah komando Luhut MP Pangaribuan akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-III. Satu hal yang dipastikan adalah akan digunakannya mekanisme One Man One Vote (OMOV) untuk pemilihan Ketua Umum pada Munas tersebut.

 

Menurut Ketua Panitia Munas ke-III PERADI RBA, M. Syafei, dengan digunakannya mekanisme OMOV ini, diharapkan pemilihan dapat berlangsung lebih demokratis sehingga meminimalisir potensi timbulnya perpecahan jika ada pihak yang tidak menerima hasil pemilihan.

 

“Dengan sistem seperti ini kami meyakini hal yang paling meminimalisir timbulnya perpecahan. Hak semua anggota bisa kita akomodatif untuk memaksimalkan suaranya,” ujar Syafei kepada Hukumonline sesaat setelah menandatangani perjanjian kerja sama antara PERADI RBA bersama Hukumonline, di Hukumonline Training Center di Jakarta, Jumat (7/2).

 

Menurut Syafei, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir seluruh keinginan anggota agar Munas kali ini bisa berjalan lancar sebagaimana yang diagendakan. Untuk itu, melalui mekanisme OMOV diharapkan para anggota PERADI dapat terlibat memberikan suaranya dalam pemilihan.

 

Tidak hanya itu, anggota PERADI juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam proses laporan pertanggungjawaban pengurus saat ini sehingga dapat memperoleh informasi yang utuh terkait apa saja yang telah dikerjakan oleh pengurus sepanjang satu periode ini.

 

Karena itu, Syafei mengungkapkan salah satu alasan menjalin kerja sama pemberitaan bersama Hukumonline dapat memberikan sarana kepada anggota memperoleh informasi yang luas terkait program, progres persiapan hingga pelaksanaan Munas. Kerja sama dengan Hukumonline itulah bagian dari memberikan sarana anggota kita,” ujar Syafei.

 

Menurut Syafei, nantinya laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus akan dipublikasikan melalui website resmi PERADI RBA selain dikirimkan ke surel masing-masing pengurus hingga ke daerah. Di samping itu, seluruh aktivitas dan persiapan Munas dapat pula diakses melalui pemberitaan di website Hukumonline dengan didukung oleh PERADI.

 

“Sangat tepat yang akan kita lakukan kerja sama dengan Hukumonline ini,” tambah Syafei.

 

Baca:

 

Ia berharap, kerja sama ini tidak hanya sebatas pada event Munas saja, tapi bisa berlangsung seterusnya. Menurut Syafei, PERADI RBA bersama seluruh anggotanya memandang Hukumonline merupakan salah satu media pemberitaan berbasis hukum yang bisa diandalkan oleh advokat anggota PERADI secara keseluruhan. 

 

Tidak hanya itu, lanjut Syafei, website Hukumonline selama ini telah menjadi salah satu tempat bagi advokat PERADI untuk mendapatkan pengetahuan hukum dalam rangka peningkatan kapasitas anggota PERADI.

 

“Ini juga menjadi tempat untuk mendapatkan pengetahuan hukum dari apa yang dimuat Hukumonline yang bisa di terima oleh advokat-advokat, karena saya meyakini sekarang ini jarang kita membaca media dalam bentuk koran itu tapi kita lebih mudah mencari berita dari online ini,” ungkap Syafei.

 

Atas dasar itu, Syafei berharap, setelah momentum Munas berlangsung pihaknya bersama Hukumonline bisa terus melanjutkan kerja sama. Dengan begitu, akan lebih banyak hal yang bisa di-sharing oleh PERADI kepada publik maupun anggotanya melalui Hukumonline.

 

“Banyak artikel hukum dari hasil diskusi yang kami laksanakan tiap bulan baik mengenai politik, hukum, yang berkaitan dengan kasus dalam perkembangan hukum di Indonesia bisa kita minta dipublikasikan Hukumonline,” kata Syafei.

 

Ketua Sidang Pleno Munas ke-III PERADI RBA Imam Hidayat mengatakan, sistem OMOV merupakan konsistensi pihaknya yang sejak tahun 2010 mengusung pemilihan dalam organisasi PERADI. Menurutnya, sistem OMOV merupakan bagian dari cara PERADI RBA berdemokrasi dalam organisasi.

 

Di tempat yang sama, Direktur Konten dan Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kerja sama yang ditandatangani merupakan salah satu bagian dari Hukumonline dalam rangka mengedukasi hukum kepada masyarakat secara luas dan advokat khususnya. “Semoga kerja sama dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua