Selasa, 17 March 2020

Dampak Corona, Sidang Perkara Pidana Tetap Berjalan

Karena alasan HAM, MA belum mengeluarkan surat edaran atau kebijakan khusus terkait persidangan di pengadilan sehubungan dengan dampak penyebaran virus corona. Hal ini diserahkan kepada pimpinan pengadilan masing-masing.
Aida Mardatillah
Pengecekan dan pemeriksaan suhu tubuh setiap pengunjung di PN Jakarta Pusat dampak penyebaran virus corona. Foto ilustrasi: RES

Meningkatnya jumlah kasus yang terkena infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seolah tak berdampak pada aktivitas sidang pengadilan di bawah Mahkamah Agung (MA) terutama sidang perkara pidana. Sejak Senin (16/3) hingga hari ini Selasa (17/3), seluruh pengadilan negeri tetap menggelar sidang seperti biasanya, khususnya bagi perkara-perkara pidana. Tapi, kebijakan ini disesuaikan dengan kebijakan ketua pengadilan negeri setempat  

 

“Karena MA belum memutuskan dan mengambil sikap melakukan penundaan sementara sidang-sidang di pengadilan,” ujar Sekretaris MA Achmad Setyo Pudjoharsoyo saat dikonfirmasi Hukumonline, Selasa (17/3/2020). Baca Juga: Cegah Corona, Sidang MK Ditiadakan  

 

Dia menegaskan sidang-sidang di pengadilan tetap berjalan seperti biasa dan masih berlangsung hingga hari ini terutama untuk perkara pidana. “Karena persidangan perkara pidana ini bentuk pelayanan terhadap keadilan masyarakat,” ujar Pudjo.

 

Pudjo beralasan jika persidangan perkara pidana ditunda/diliburkan bisa dibayangkan ada terdakwa atau tersangka yang ditahan, kemudian harus dikeluarkan dari tahahan demi hukum. “Ini bagaimana? Tentu ini perlu dipikirkan betul-betul mengapa belum ada penundaan persidangan (perkara pidana, red),” kata dia.

 

Karena itu, MA belum bisa memutuskan untuk menunda persidangan perkara pidana karena MA mempunyai pertimbangan sendiri. “Tentu ada ketentuan lain yang menggunakan online, seperti e-litigation. Tapi, e-litigation bukan untuk perkara pidana, tetapi untuk perkara perdata.”

 

“Apakah MA akan mengeluarkan Surat Edaran, MA masih merancangnya baik-baik dan tidak bisa sembarangan karena ini menyangkut pelayanan keadilan bagi masyarakat,” katanya.

 

Nonpidana bisa e-litigasi

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro melanjutkan terhadap perkara pidana, terutama yang banyak menghadirkan pengunjung, pelaksanaannya diserahkan kepada ketua pengadilan negeri (KPN) setempat. Sebab, penyelesaian perkara pidana terkait masalah hak asasi seseorang (tersangka/terdakwa).  

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua