Sabtu, 23 Mei 2020

Memetik Hikmah dari Rentannya Kebocoran Data Konsumen Marketplace

Masih lemahnya regulasi dan manajemen risiko menjadi celah kebocoran data pribadi.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi

Transaksi belanja daring atau online melalui marketplace bukan hal asing bagi masyarakat. Terlebih sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sebagian besar wilayah dan memasuki Lebaran, transaksi dan jumlah pengguna atau konsumen belanja online semakin meningkat. Belanja daring tersebut memberi kemudahan bagi masyarakat dari sisi waktu dan biaya.

Namun seperti dua sisi mata uang, belanja daring memiliki risiko salah satunya kebocoran data pribadi konsumen. Data pribadi konsumen yang dicantumkan saat bertransaksi di marketplace seperti kontak telepon, email, KTP hingga wajah pengguna dapat bocor tanpa sepengetahuan pemilik data tersebut. Hal ini berbahaya bagi masyarakat karena data pribadi tersebut dapat disalahgunakan, diperjualbelikan hingga digunakan untuk tindakan kriminal.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Berbagai kasus kebocoran data pribadi konsumen marketplace beberapa kali terjadi. Tidak hanya Indonesia, kebocoran data pribadi tersebut juga terjadi pada marketplace global. Lemahnya regulasi hingga keandalan pengamanan sistem menjadi aspek yang menjadi sorotan dalam perlindungan data pribadi di Indonesia.

Bila merujuk pada Pasal 28G Ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), sudah ada kewajiban negara memberi perlindungan data pribadi masyarakatnya.

Pasal tersebut berbunyiSetiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi”.

Sayangnya, aturan turunan dari pasal tersebut tidak komprehensif dan beragam sehingga perlindungan data pribadi masih berada dalam ketidakpastian. Sedikitnya, terdapat 30 UU yang mengatur data pribadi. Hal ini menyebabkan aturan main penggunaan data pribadi oleh pihak lain menjadi tidak jelas. (Baca: Kasus Bocornya Data Pribadi Konsumen Belanja Online Marak)

Dalam praktiknya, terdapat berbagai pertanyaan-pertanyaan mengenai kewenangan pengguna data saat memanfaatkan data tersebut untuk kepentingan bisnisnya. Selain itu, pengguna data juga bisa memindahtangankan data pribadi konsumen tanpa persetujuan pemilik data.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua