Capital Market Ranking 2019

Strategi WHE Menangkap Peluang dan Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19

Ada beragam pendekatan yang diambil setiap kantor hukum dalam menyiasati situasi pandemi. Mulai dari mengenali peluang yang bermunculan, hingga melakukan cara-cara kreatif untuk memperkukuh ikatan dengan sesama rekan kerja.
Oleh:
CT-CAT
Bacaan 2 Menit
Strategi WHE Menangkap Peluang dan Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19
Strategi WHE Menangkap Peluang dan Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19

Tidak dapat dimungkiri, pandemi Covid-19 berkontribusi besar terhadap perubahan di banyak aspek kehidupan manusia termasuk, bisnis dan ekonomi. Hingga kini kita mengetahui, ada banyak sektor bisnis yang terhambat, terancam, atau bahkan tumbang. Namun, seperti koin yang memiliki dua sisi, Covid-19 juga memberikan peluang bagi munculnya bisnis-bisnis baru, seperti teknologi.

 

Lantas bagaimana dengan kantor hukum di Indonesia?

 

Hendrik Silalahi, salah satu pendiri William Hendrik Esther Law Office (WHE Law Office) mengatakan, penyesuaian sistem kerja menjadi salah satu perubahan yang paling kentara. Tercatat, sejak 16 Maret 2020, WHE telah menerapkan pembatasan fisik dan sosial dengan memberlakukan kerja dari rumah (work from home-WFH). Dampaknya tentu beragam. Dari segi waktu, pekerjaan menjadi lebih efektif; sementara di sisi lain—jam kerja jadi tidak terbatas. “Bahkan, semakin ke sini, jam kerjanya malah semakin panjang. Setelah minggu kedua dan ketiga, ada kalanya kita tidak lagi bisa membedakan mana weekend dan weekdays,” tutur dia.  

 

Beruntung, Hendrik melanjutkan—perkembangan teknologi melahirkan beragam sarana yang mempermudah para praktisi hukum menuntaskan pekerjaannya secara efisien. Misalnya, dengan adanya sistem pengelolaan berbasis cloud yang sebenarnya sudah diaplikasikan WHE sebelum pandemi; aplikasi maupun software virtual meeting; hingga mesin pencari Hukumonline (Hukumonline Search) yang memudahkan proses riset hukum para konsultan hukum WHE.

 

Hal senada diungkapkan oleh William Setiawan Palijama yang juga pendiri WHE. Kendati WFH sebenarnya bukan hal baru, situasi pandemi mewajibkan banyak orang untuk memanfaatkan kerja dari rumah dengan cara yang seefektif mungkin. Bahkan, sekalipun tidak, tetap ada kebijakan-kebjiakan baru yang dibuat tanpa melewati koridor keamanan yang berlaku. Misalnya, sidang yang dilakukan via Zoom; atau dihadiri orang dengan jumlah dan jarak dengan batas tertentu sesuai prosedur social distancing. Memang, pada akhirnya, perubahan-perubahan tersebut bukan tanpa tantangan, misalnya—soal generation gap. “Sekarang ini, banyak konsultan senior yang masih butuh pertemuan secara fisik; sekaligus waktu untuk belajar. Namun, mengingat kondisi sekarang, otomatis kita beralih dan mau tidak mau harus beradaptasi,” ia menambahkan.  

 

Perihal sistem kerja yang terbilang baru ini, keduanya optimis bahwa mungkin saja, akan ada perubahan terhadap parameter bisnis kantor hukum di masa depan. Bahkan, ada beberapa posisi yang di kemudian hari akan dapat dikerjakan dari rumah secara permanen. Di sisi lain, tentu masih ada pula beragam kegiatan yang harus melibatkan interaksi fisik, seperti penyelesaian litigasi di mana konsultan hukum harus lebih banyak terlibat mendampingi klien.

 

Mendengarkan Kebutuhan Klien

Hukumonline.com

WHE Law Office didirikan oleh William Setiawan Palijama dan Hendrik Silalahi. Foto: istimewa.

 

Mengingat banyak transaksi bersifat jangka panjang, Hendrik dan William menjelaskan, sesungguhnya tidak ada perubahan yang berarti soal jumlah transaksi sebelum dan selama pandemi Covid-19. Tantangan mungkin muncul, manakala beberapa klien mulai mengajukan term of payment yang lebih lunak; atau ketika WHE harus lebih efektif melakukan ekspansi bisnis dan mengelola pengeluaran. Namun, hal-hal tersebut bukan kendala yang berarti karena masih dapat dinegosiasikan, sekaligus membuka jalan bagi WHE dalam membina hubungan dengan klien.

 

Di luar tantangan yang muncul dan menghampiri seluruh kantor hukum, William percaya, situasi pandemi juga membuka peluang bagi pekerjaan-pekerjaan baru. Terlebih, yang sifatnya litigasi dan berhubungan dengan ketenagakerjaan. Kuncinya, yaitu terus mendengarkan dan tidak memaksakan kehendak kepada klien.

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait