Rabu, 08 Juli 2020

Dirut Ungkap Penyebab Ruginya Jiwasraya

Tak ada catatan dokumen transaksi Benny Tjokro, Heru Hidayat, dan Joko Hartono dengan Jiwasraya. Keterlibatan ketiganya baru ditemukan dari hasil audit BPK, BPKP dan OJK.
Aji Prasetyo
Para terdakwa kasus korupsi Jiwasraya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: RES

Hexana Tri Sasongko, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (AJS) kembali dihadirkan sebagai saksi dalam dugaan perkara korupsi dengan terdakwa Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat dan Joko Hartono. Dalam keterangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Hexana mengungkap faktor utama yang menjadi penyebab kerugian perusahaan plat merah tersebut.

Kejadian ini berawal dari pertanyaan salah satu terdakwa yaitu Heru Hidayat yang juga merupakan Komisaris PT Trada Alam Mineral (TRAM) yang menanyakan tentang laporan keuangan AJS 2008-2018. Kemudian berapa total kredit macet atau gagal bayar, serta apa suatu perusahaan hanya mementingkan investasi semata.

Ketua majelis hakim Rosmina pun mengambil alih dengan menjelaskan maksud pertanyaan Heru. “Penyebab rugi apa saja? Kerugian investasi berapa persen? Merugi karena salah kelola?” tanya Rosmina. Hexana menjelaskan ada dua penyebab utama kerugian Jiwasraya. “Kontribusi memang ada kerugian investasi dan operasional. Kerugian investasi sampai November Rp12,03 triliun,” ujarnya.

Menurut Hexana, angka kerugian Rp4,9 triliun itu berada pada bulan Juni yang kemudian berkembang menjadi Rp12,03 triliun pada November karena ada penurunan investasi dari sumber lain. Mengenai pertanyaan majelis tentang apakah ada indikasi salah kelola sehingga menyebabkan kerugian, ia tidak menjawab tegas dengan hanya menyebut apapun produknya setiap premi harus diinvestasikan.

“Ini merugi karena salah kelola atau karena apa?” Hakim Rosmina menegaskan lagi pertanyaannya. “Yang jelas nilai sekarang lebih rendah dari harga perolehan itu sebabnya membubuhkan kerugian. Kalo bicara rugi produk itu biaya, kalau investasi income. Income datang dari investasi, investasi berhasil tidak rugi. Investasi merugi karena kinerja instrumen tidak baik, harga turun atau tidak kembali. Di BAP saya 4,6 persen di reksadana saham dan di saham yang mayoritas turun semua,” jelas Hexana.

Hexana juga menjelaskan ada dua bentuk investasi yang dilakukan Jiwasraya. Pertama instrumen keuangan mulai dari deposito, obligasi pemerintah, obligasi BUMN, obligasi korporasi, saham, reksadana saham dan surat berharga lainnya. Sementara instrumen kedua dalam bentuk investasi properti yang pendapatannya berasal dari kenaikan harga dan unit yang disewakan.

“Yang merugi bagian mana?” tanya Hakim Rosmina. Hexana menjawab di bagian keuangan, sementara untuk bagian properti memang ada kerugian tetapi tak seberapa besarnya. (Baca: Pejabatnya Terseret Kasus Jiwasraya, OJK Dukung Proses Penegakan Hukum)

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua