Senin, 20 Juli 2020

Wabah Covid-19 Mencekik Masyarakat, Apa Kabar Pro Bono Advokat?

Tidak terdengar gaungnya sejak Covid-19 mewabah hingga masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.
Normand Edwin Elnizar
Webinar hukumonline tentang pro bono di masa pandemi. Foto: RES

Profesi advokat kerap berbangga menyebut dirinya profesi mulia dengan sebutan latin officium nobile. Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia ‘Rumah Bersama Advokat’ (Peradi RBA), Luhut M.P.Pangaribuan mengingatkan agar sebutan itu tidak menjadi klaim kosong. Ia mengaitkannya dengan pelayanan pro bono. Terutama di masa wabah Covid-19.

Officium nobile itu karena melakukan pro bono,” kata Luhut dalam sesi webinar ‘The New Normal: Ragam Potret Pro Bono dan Implementasinya di Indonesia’. Sesi pamungkas serial 20 webinar memperingati 20 tahun Hukumonline itu mengulas praktik pro bono di masa wabah Covid-19.

Wabah Covid-19 tidak hanya mengubah tatanan sosial global sebagai masalah kesehatan serius, namun juga menyebabkan resesi ekonomi. Tentu saja masyarakat marginal menjadi yang paling tercekik. Roda ekonomi melambat drastis bahkan berujung pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Hutang-piutang menjadi masalah besar saat kemampuan ekonomi terpuruk. Masalah hukum ikut bermunculan.

Akses kepada keadilan bagi masyarakat marginal menjadi jauh lebih dibutuhkan daripada masa normal sebelumnya. Kehadiran pelayanan pro bono dari profesi advokat tentu saja sangat berguna untuk meringankan beban mereka. Namun, belum terdengar profesi advokat beraksi masif sebanding dengan dokter dan tenaga kesehatan yang tampil bak pahlawan selama wabah Covid-19.

Patra M. Zen, pengurus Peradi ‘Suara Advokat Indonesia’ mengakui pelaksanaan pro bono advokat belum sesuai harapan. Bahkan di masa wabah Covid-19 saat ini pun belum terlihat ada peningkatan. Padahal kebutuhan masyarakat marginal atas pelayanan pro bono pasti meningkat.

Patra menyoroti fakta bahwa pelaksanaan pro bono dibebankan kepada advokat baru. Kebanyakan advokat baru itu menjadikan pelayanan pro bono sebagai sarana mencari pengalaman. Kondisi ini dianggap ironis oleh Patra. Ia berharap advokat senior dan berpengalaman berkontribusi lebih banyak untuk menangani perkara pro bono. Terlebih di masa wabah Covid-19.

”Kalau kantor-kantor advokat yang besar tidak aktif menunaikan pro bono itu sungguh keterlaluan,” kata Patra. Apalagi banyak kantor besar mampu mempekerjakan advokat asing dengan pengalaman khusus. Tentu dengan biaya yang tidak murah.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua