Rabu, 29 July 2020

KY Akui Sulitnya Mencari Calon Hakim Agung Pajak

Minimnya pendaftar CHA untuk spesialisasi hakim pajak karena sumbernya terbatas. Syaratnya, harus sarjana hukum, magister hukum, dan/atau doktor ilmu hukum.
Aida Mardatillah
Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Aidul Fitriciada Azhari saat memberi keterangan pengumuman seleksi calon hakim agung dan ad hoc pada MA tahun 2020 secara daring, Jumat (10/7). Foto: Humas KY

Kamis 30 Juli 2020 merupakan hari terakhir pendaftaran seleksi calon hakim agung (CHA) dan calon hakim ad hoc pada Mahkamah Agung (MA) secara online. Hingga Selasa 28 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, jumlah pendaftar CHA untuk kamar tata usaha khusus hakim pajak hanya 14 orang. Sedangkan, calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) berjumlah 95 orang dan hakim ad hoc hubungan industrial berjumlah 56 orang.  

“Untuk CHA khusus hakim pajak sudah pasti sedikit pendaftarnya, tetapi untuk calon hakim ad hoc tipikor jumlah yang mendaftar naik. Sedangkan hakim ad hoc hubungan industrial hampir sama dengan tahun lalu,” kata Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Aidul Fitriciada Azhari saat dihubungi Hukumonline, Rabu (29/7/2020). (Baca Juga: Dibutuhkan Kandidat Hakim Agung dan Ad Hoc pada MA)

Dia mengaku minimnya pendaftar CHA untuk spesialisasi hakim pajak karena sumbernya terbatas. Syaratnya, harus sarjana hukum, magister hukum, dan doktor ilmu hukum. Sementara kebanyakan hakim pajak di Pengadilan Pajak basic-nya sarjana ekonomi. Sementara dari luar hakim pajak juga tidak banyak yang memiliki keahlian di bidang pajak

Namun begitu, jumlah pendaftar CHA Pajak seleksi kali ini sudah mencapai tiga kali lipat dibandingkan seleksi CHA sebelumnya. “Seleksi CHA tahun lalu malah pendaftarnya hanya 4 orang,” kata dia.

Aidul menjelaskan pada tahun 2019 jumlah pendaftar online tercatat masing-masing 75 CHA; 63 hakim ad hoc tipikor pada MA; dan 50 calon hakim ad hoc hubungan industrial pada MA. Sedangkan Tahun 2020 ini hingga 29 Juli 2020, CHA kamar TUN pajak 14 orang; 95 hakim ad hoc tipikor pada MA; 56 calon hakim ad hoc hubungan industrial pada MA.

Untuk CHA kamar TUN pajak 14 orang, berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 13 laki-laki dan 1 orang perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan doktor 8 orang, magister 4 orang, dan sarjana 2 orang. Berdasarkan profesi hakim karir 3 orang, pengacara 5 orang, akademisi 2 orang, dan lainnya 4 orang.

Calon hakim ad hoc tipikor 95 orang, berdasarkan jenis kelamin 82 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan doktor 28 orang, magister 49 orang, dan sarjana 18 orang. Sedangkan, calon hakim ad hoc hubungan industrial 56 orang, berdasarkan jenis kelamin 49 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan doktor 5 orang, magister 29 orang, sarjana 22 orang.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua