Hukumonline's NeXGen Lawyers 2021

Treasuri Tamara dan Optimismenya Dirikan Firma Hukum di Masa Pandemi

Untuk usaha mandirinya sebagai corporate lawyer, ia memutuskan untuk membuka firma hukum bernama TRIFIDA at Law bersama dengan ketiga sahabatnya: Affan Giffari, Arie Sembiring, dan Ida Bagus Adhitya Pudja.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Treasuri Tamara, Corporate Lawyer di Firma Hukum TRIFIDA at Law.
Treasuri Tamara, Corporate Lawyer di Firma Hukum TRIFIDA at Law.

Kebanyakan corporate lawyer yang hendak melanjutkan studinya mungkin akan mengambil jurusan hukum. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Treasuri Tamara, Corporate Lawyer di Firma Hukum TRIFIDA. Memilih untuk mengambil program double degree MBA di SBM ITB dan Aalto University, Treasuri berhasil mendapatkan ‘Global Leader Award’ karena menjadi lulusan terbaik dengan IPK tertinggi.

 

“Akan sangat bermanfaat apabila seorang corporate lawyer mengerti sisi bisnis dan keuangan. Apalagi, ilmu bisnis dan keuangan dari studi MBA ini juga sangat berguna dalam menjalankan usaha keluarga,” ujar Treasuri.

 

Treasuri sendiri mengawali karier hukumnya sebagai corporate lawyer di salah satu firma hukum ternama pada tahun 2009; atau sejak ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai angkatan tahun 2005. Pada tahun 2012, ia memutuskan pergi ke Beijing untuk belajar bahasa Mandarin, sebab ia meyakini, kelak akan ada banyak investor dari Tiongkok yang akan berinvestasi di Indonesia.

 

Ia lantas kembali ke tanah air untuk kembali melanjutkan karier sebagai seorang corporate lawyer di salah satu firma hukum internasional di Jakarta. Tiga tahun bekerja, ia mendapat panggilan untuk membantu usaha keluarga. Hal ini membuatnya harus mengakhiri karier sebagai corporate lawyer di firma hukum.

 

Tentu, hal tersebut tidak menghentikan perjalanannya. Selama lima tahun, Treasuri tetap melanjutkan profesinya sebagai corporate lawyer secara independen. 

 

Mendirikan TRIFIDA di Masa Pandemi

Tahun 2020, pandemi Covid-19 menerjang dunia. Dalam waktu sekejap, dunia dipaksa untuk mengubah semua kebiasaan lama, mulai dari harus selalu memakai masker sampai bekerja dari rumah. Di saat seperti inilah ketahanan dan daya banting seseorang dan perusahaan diuji. Sebagai seorang pemimpin, Treasuri yang memimpin usaha keluarga dan usaha mandiri sebagai corporate lawyer juga dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan saat ini.

 

Bagi Treasuri, salah satu cara untuk dapat bertahan serta berhasil menghadapi keadaan adalah dengan melakukan sinergi dan kolaborasi: joining forces with others because two heads are better than one – Collaborate or Collapse.