Terbaru

Manajemen Kartu Prakerja Gandeng Kadin Indonesia dan Apindo

Diharapkan program Kartu Prakerja ini diprioritaskan untuk pencari kerja dan pemagangan. Ke depan pemerintah semestinya membentuk badan nasional pelatihan vokasional. Lembaga ini diperlukan untuk mengkonsolidasi seluruh pelatihan vokasional yang selama ini dilaksanakan secara tersegmentasi oleh kementerian/lembaga.
Oleh:
Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi
Ilustrasi

Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk menangani dampak pandemi Covid-19. Salah satu kebijakan yang diterbitkan yakni program Kartu Prakerja. Program ini diatur Perpres No.36 Tahun 2020 yang telah diperbarui melalui Perpres No.76 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Perpres No.36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja

Program ini ditujukan untuk 3 hal. Pertama, mengembangkan kompetensi angkatan kerja. Kedua, meningkatkan produktivitas dan angkatan kerja. Ketiga, mengembangkan kewirausahaan. Penerima program ini antara lain pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pekerja/buruh yang butuh peningkatan kompetensi kerja termasuk pekerja/buruh yang dirumahkan, pekerja bukan penerima upah dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan pihaknya bersama Kadin Indonesia dan Apindo menandatangani MoU Implementasi Program Prakerja. “Ini merupakan wujud nyata dunia usaha mengurangi skill gap dengan meningkatkan keterampilan bekerja untuk mewujudkan visi Indonesia Maju,” kata Denni Puspa Purbasari dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8/2021).

MoU itu meliputi sosialisasi program kartu Prakerja, pengembangan kelembagaan pelatihan dan pelatihan, dukungan informasi dan data kesempatan kerja, serta perluasan kesempatan kerja dan pengembangan kewirausahaan. Melalui MoU ini Kadin Indonesia dan Apindo melakukan sosialisasi program Kartu Prakerja kepada jajarannya di tingkat pusat sampai daerah. Serta memfasilitasi anggotanya mengenai data dan informasi kebutuhan/kesempatan kerja di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu mendorong asosiasi industri dan perusahaan anggotanya memberikan kontribusi peningkatan kualitas lembaga pelatihan dan pelatihan.

Denni mengatakan program ini akan terus melakukan inovasi misalnya memberikan fitur rekomendasi pekerjaan pada dashboard peserta Kartu Prakerja. Melalui fitur itu diharapkan mempermudah anggota Kadin Indonesia dan Apindo merekrut pekerja dengan kualitas yang baik. Kadin Indonesia dan Apindo juga diberikan kesempatan untuk merekomendasikan pelatihan berkualitas untuk masuk ekosistem Prakerja baik pelatihan daring dan luring.

Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Adi Mahfudz Wuhadji, mengapresiasi program ini karena selain memberikan bantuan penyelesaian pelatihan yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari, juga memberikan pelatihan melalui ekosistem Prakerja skilling, upskilling, dan reskilling.

Adi melanjutkan akselerasi digital ekonomi di tengah pandemi Covid-19 membuat upscaling dan rescaling para peserta Kartu Prakerja merupakan keniscayaan mulai dari proses produksi sampai marketing di era digital. Sinergi semua pihak dalam MoU ini melalui pendidikan dan pelatihan yang disediakan program Kartu Prakerja diharapkan dapat memberikan sumbangsih ilmu dan mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.

Berita Terkait