Kontrol DPR terhadap Presiden Dinilai Kontrol Murahan
Berita

Kontrol DPR terhadap Presiden Dinilai Kontrol Murahan

Jakarta, hukumonline. Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, kontrol yang dilakukan DPR terhadap Presiden melalui Buloggate dan Bruneigate merupakan suatu kontrol yang murahan dan terkesan artifisial saja. Kontrol ini tidak menyentuh persolan yang mendasar.

Muk/APr
Bacaan 2 Menit
Kontrol DPR terhadap Presiden Dinilai  Kontrol Murahan
Hukumonline

Faisal berpendapat, seharusnya kontrol yang dilakukan DPR diakukan melalui proses legislasi produk UU yang nantinya dapat mengarahkan dan membatasi tindak tanduk Presiden.

Pendapat Faisal ini disampaikan pada diskusi publik dengan tema "Kepemimpinan Nasional dan Konsolidasi Demokrasi" di Jakarta pada Senin (15/1). Selain Faisal, pembicara lainnya adalah Riswanda Imawan, Adnan Buyung Nasution, dan Mulyana W. Kusumah.

Faisal memprediksikan dari sisi ekonomi pada akhirnya akan terjadi suatu kondisi percepatan proses konsolidasi dan terjadi keseimbangan politik dan ekonomi. Namun Faisal mengingatkan, ada beberapa faktor dan keadaan pasar yang tidak bisa diabaikan oleh politisi.

Faisal menyarankan, proses konsolidasi demokrasi ini disertai  dengan proses penguatan institusi-institusi pasar dan institusi politik yang nantinya diharapkan akan mempercepat proses rasionalisasi demokrasi di Indonesia. Selain itu, Faisal juga berpendapat rasionalisasi masyarakat dalam berdemokrasi akan muncul jika sistem pemilu secara distrik.

Konsolidasi demokrasi

Pengamat politik dari Fisipol UGM, Riswanda Imawan, berpendapat bahwa di masyarakat sebenarnya sudah ada  embrio kehidupan politik yang demokratis. Ketika rezim otoriter berkuasa, embrio ini dihancurkan.

Untuk itu menurut Riswanda, konsolidasi demokrasi yang dilakukan saat ini merupakan pembangunan kehidupan yang demokratis berdasarkan serpihan-serpihan demokrasi yang bisa ditemukan.

Riswanda melihat, embrio-embrio yang dimiliki bangsa Indonesia ini berupa kultur egalitarian yang hidup dalam masyarakat, kebebasan pers  dalam pengertian sharing ideas di antara warga masyarakat, etos kemandirian dan saling percaya di antara masyarakat serta aturan adat yang efektif mengontrol perilaku sosial individu dalam masyarakat.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info