hukumonline
Rabu, 23 Mei 2012
Presiden KAI Dilaporkan ke Polisi
Atas tuduhan menggelapkan dan menipu calon advokat KAI.
M-12
Dibaca: 4989 Tanggapan: 1
Presiden KAI Dilaporkan ke Polisi
Indra Sahnun Lubis, Presiden KAI dilaporkan ke polisi. Foto: Sgp

 

Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indra Sahnun Lubis dilaporkan oleh anggotanya ke Bareskrim Polri pada 15 Mei 2012 lalu. Indra dilaporkan atas tuduhan penggelapan dan atau penipuan karena sampai saat ini para advokat KAI tak kunjung diambil sumpahnya oleh pengadilan tinggi. Padahal pelapor sudah membayarkan sejumlah uang untuk mengikuti ujian calon advokat KAI.

Sebenarnya Indra tidak sendirian menjadi pihak terlapor. Ada pula nama Abadi B Darmo yang masih tercatat sebagai Vice President di struktur kepengurusan KAI. Pada penyelenggaraan ujian calon advokat KAI 2008, beberapa rekening atas nama Abadi B Darmo digunakan sebagai rekening penerima pembayaran dari para calon advokat.

Abadi B Darmo enggan berkomentar banyak ketika dikonfirmasi perkara ini. Pasalnya saat ini ia sedang tidak menjalankan profesi sebagai advokat karena sedang menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan.

Sementara Indra Sahnun tak mau ambil pusing terkait kasus ini. Ia menduga pelapor diperalat pihak lain untuk menjatuhkan kredibilitas KAI. “Saya bisa menjamin orang itu pasti diperalat. Apa yang ditipu? Emang dia bayar untuk sumpah? Kalau dia nggak bayar, apa yang merasa ditipu?” kata Indra ketika dihubungi hukumonline, Rabu (23/5).

Indra menuturkan, berdasarkan UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat, organisasi advokat yang memiliki kewenangan merekrut advokat. “Saya punya wewenang mengangkat advokat, mengadakan ujian advokat, pendidikan advokat, sampai dapat izin advokat. itulah wewenang berdasarkan undang-undang.”

Sedangkan masalah pengambilan sumpah, Indra mengakui bahwa hal itu menjadi kewenangan ketua pengadilan tinggi. “Tapi kalau ketua pengadilan tinggi tidak menyumpah bukan salah saya. Saya buat saja sumpah melalui MUI (Majelis Ulama Indonesia, red).”

Lebih jauh Indra menyayangkan sikap pengadilan yang tak menerima advokat KAI berperkara di persidangan hanya karena belum disumpah oleh pengadilan tinggi. Di seluruh dunia ini menurut Indra, hanya advokat Indonesia yang pakai sumpah.

Saat ini, masih menurut Indra, sudah tidak ada masalah lagi dengan status keanggotaan KAI. Kalaupun masih ada yang bermasalah, jumlahnya pun sangat sedikit. “Pun jika bermasalah dengan izin praktek di pengadilan, kita datangi hakimnya lalu kemudian diizinkan untuk beracara.”

Terkait laporan di Bareskrim itu, Indra mengaku belum mendapat panggilan pemeriksaan. Namun ia memastikan hadir bila ada panggilan dari kepolisian. “Kalau nggak dipanggil untuk apa saya datang.”

Untuk mengingatkan, Ketua Mahkamah Agung pernah mengeluarkan surat pada 2010 lalu yang isinya menyatakan bahwa pengambilan sumpah advokat oleh pengadilan tinggi hanya terhadap calon yang diusulkan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).  

 

Share:
tanggapan
tukang gombal jugadeni 30.09.13 08:00
macam betul aja....urusin organisasimu dulu baru liat organisasi orang lain

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.