Selasa, 06 September 2005
Dibaca: 12802
Pertanyaan :
Cerobong Asap, Hak dan Lingkungan.
Saya memiliki Ruko di komp pertokoan, tapi belum lama ini gedung yang menempel disamping ruko saya membuka franchise restoran dengan memasang cerobong asap yang menempel pada dinding mereka tapi menghalangi depan jendela ruko saya. Adapun cerobong asap itu memanjang ke atas dan menonjol dari dinding kira-kira 30 cm. Si pemilik restoran bersedia memindahkan cerobong itu ke sebelah luar tapi pemilik gedungnya mempertahankan tidak mau pindah demikian pula developernya mendukung si pemilik gedung. Sudah kami melarangnya dan menyuruh bongkar tapi mereka tidak mempedulikannya. Upaya apakah yang harus kami tempuh lagi? Apakah cerobong itu harus ada ijin? dan kalau kami menggugatnya ke pengadilan dasar apakah yang kami punya hak? Terima kasih
Jawaban :

Dahulu ada kasus serupa di negeri Belanda yaitu ada seseorang yang membuat cerobong asap palsu yang sengaja dibuat sengaja untuk menghalangi pandangan dari tetangganya kemudian tetangga yang pandangannya terhalangi tersebut menggugat si pemilik cerobong asap ke pengadilan. Putusan pengadilan di negeri Belanda memenangkan gugatan dari tetangga yang pandangannya terhalangi tersebut dan memerintahkan si pemilik cerobong asap tersebut untuk membongkar cerobong asap tersebut. Putusan ini didasari oleh adanya itikad buruk dari si pemilik cerobong asap yang tidak mau memindahkan cerobong asap tersebut atas dasar ingin menutupi pandangan tetangganya.

 

Bahwa pada prinsipnya dalam menjawab pertanyaan yang anda berikan semua tergantung dari kondisi di lapangan. Untuk yang pertama anda dapat melihat kembali dokumen-dokumen awal ketika anda membeli ruko tersebut, tentang bagaimana perjanjian dari bentuk bangunannya. Anda juga harus melihat kembali lebih dulu mana antara bangunan ruko anda dengan adanya cerobong asap tersebut. Anda juga harus melihat letak cerobong asap tersebut ada di wilayah siapa, apabila cerobong asap tersebut melewati batas pekarangan anda maka anda dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemilik restoran dan pemilik gedung bahwa cerobong asap tersebut telah melewati batas kepemilikan anda dan menghalangi kenyamanan anda.  

 

Apabila tidak tercapai kesepakatan dan anda ingin menggugat maka anda dapat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum. Perbuatan melawan hukum ini diatur pada Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menyatakan :

Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut. Empat kriteria perbuatan melawan hukum ini adalah :

  1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku.
  2. Melanggar hak subjektif orang lain.
  3. Melanggar kaidah tata susila.
  4. Bertentangan dengan azas kepatutan ketelitian serta sikap hati-hati yang seharusnya dimiliki seseorang dam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap harta benda orang lain.

 

Apabila kita melihat dari kasus anda perbuatan pemilik gedung dapat dikategorikan melakukan kriteria yang kedua yaitu melanggar hak subjektif anda. Menurut yurisprudensi yang dimaksud hak subjektif orang lain adalah :

  1. Hak-hak kebendaan maupun hak-hak absolut lainnya.
  2. Hak-hak pribadi (hak atas integritas dan integritas badaniah, kehormatan serta nama baik dsb)
  3. Hak-hak khusus, seperti hak penghunian yang dimiliki seseorang penyewa, hak atas lingkungan hidup yang sehat dan bersih, undang-undang lingkungan hidup.

 

Dalam hal ini jelas bahwa hak anda untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan bersih telah terganggu akibat adanya cerobong asap tersebut.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
PENJAWAB : Bung Pokrol