Upaya memperkuat kerja sama hukum dan kebudayaan antara Indonesia-Tiongkok menjadi sorotan dalam talkshow “Indonesia-China People to People’s Exchange: Fostering Mutual Trust and Cooperation Across Various Sectors” yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Hukum, Kebudayaan, dan Investasi Indonesia-Tiongkok Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa, Kamis (25/9/2025).
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa, Hasbullah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama dengan berbagai institusi di Indonesia maupun Tiongkok. Menurutnya Juli lalu, STIH Adhyaksa bersama delegasi telah berkunjung ke Tiongkok untuk menjalin kolaborasi dengan sejumlah kampus dan lembaga penelitian.
“Acara hari ini adalah agenda pertama yang kami wujudkan setelah kunjungan tersebut. Kerja sama ini juga kami lakukan dengan Yayasan Nagantara Wiyata Yustisia dan Universitas Pancasila. Kolaborasi antar negara ini membagikan pandangan multidisipliner terkait hubungan Indonesia dan Tiongkok,” tutur Hasbullah.
Baca juga:
- STIH Adhyaksa Raih Juara Umum NMCC Piala Abdul Kahar Mudzakkir XI 2025
- Resmikan Gedung Baru, STIH Adhyaksa Targetkan jadi Kampus Hukum Berstandar Internasional
Ia menyoroti kehadiran delegasi dari China Renmin University, salah satu kampus bergengsi di Tiongkok. Menurutnya, kesempatan berdiskusi dengan para akademisi dari universitas tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus langkah maju dalam membangun jejaring akademik internasional.
Hal ini lantaran hubungan Indonesia dan Tiongkok sebagai salah satu relasi bilateral yang penting dan penuh dinamika. Namun menurutnya perlu pemahaman kerja sama antar negara tidak hanya dibangun melalui politik dan ekonomi, melainkan melalui interaksi masyarakat dan pertukaran budaya.
Hasbullah menekankan pertukaran budaya inilah yang sesungguhnya menjadi jembatan penghubung antarbangsa. Ia yakin interaksi tersebut mampu menumbuhkan rasa saling percaya, memahami, sekaligus memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
















