Adaptasi dan Intuisi adalah kekuatan untuk menghadapi Dinamika Zaman
Hukumonline's NeXGen Lawyers 2022

Adaptasi dan Intuisi adalah kekuatan untuk menghadapi Dinamika Zaman

Adaptasi dan intuisi merupakan dua hal yang berkaitan namun dapat menimbulkan sinergi yang sempurna dalam melakukan pekerjaan. Kedua sifat tersebut tentu harus dijadikan nilai sebagai pengacara.

Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Foto: Gabriela Christine, Andriani, Riani & Hutabarat Law Office
Foto: Gabriela Christine, Andriani, Riani & Hutabarat Law Office

Menjadi seorang Pengacara tidak hanya membutuhkan pengetahuan yang dalam tentang teori hukum namun juga perlu memiliki adaptasi dan intuisi yang tajam ketika menangani setiap perkara yang dipercayakan kepadanya.

Gabriela Christin Oktaviani, adalah salah satu Associate Lawyer yang termuda di Andriani, Riani & Hutabarat Law Office, yang memulai kariernya sebagai Lawyer muda sejak bergabung di Andriani, Riani & Hutabarat Law Office pada tanggal 8 April 2019.

Gabriela merupakan lulusan Sarjana Hukum Fakultas Universitas HKBP Nommensen Medan. Menjadi Lawyer adalah panggilan hidupnya karena area profesi ini mencakup banyak hal dan sangat luas, yang artinya dapat memberikan pelayanan yang bermanfaat dan mengedukasi banyak orang mengenai ketentuan hukum yang berlaku. Baginya, profesi ini akan selalu membuat dirinya menemukan banyak hal baru yang dapat dipelajari dan memperkaya pengetahuan ketika sedang menangani kasus. Mulai dari bidang usaha klien yang bervariasi, pola bisnis, struktur management, strategi dalam menyusun regulasi, termasuk juga melatih intuisi seorang pengacara.

Bervariasinya pekara dari setiap klien, menuntut seorang pengacara untuk bisa memiliki kemampuan adaptasi yang cepat untuk bisa menguasai materi perkara dan intuisi yang kuat untuk memberikan opini hukum bagi klien yang ditanganinya.

Gabriela adalah salah satu Associate di Andriani, Riani & Hutabarat Law Office yang memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dan intuisi yang kuat terhadap perkara yang ditanganinya.

Sejak bergabung di Andriani, Riani & Hutabarat Law Office, Gabriela banyak menangani perkara terkait Yayasan, Universitas, Sekolah Tinggi, Ketenagakerjaan, Perusahaan di bidang pertambangan, Logistik, Garment, dan masih banyak lagi.

Gabriela terlibat langsung dalam Contract Drafting salah satu perusahaan Tambang, perusahaan Garment dan perusahaan logistic di Indonesia, serta pembuatan peraturan-peraturan yang terkait dengan Yayasan, Universitas dan Sekolah Tinggi.

Oleh karena waktu dan kebutuhan setiap klien berbeda-beda, maka diperlukan adaptasi yang cepat dalam menguasai setiap perkara. Hal ini dimulai dengan menyusun setiap dokumen terkait dengan perkara secara sistematis, mencari tahu apakah dokumen tersebut melanggar ketentuan hukum berlaku atau tidak, menyusun kronologis perkara secara terstruktur untuk dapat lebih mudah memahami perkara.

Gabriela bersama tim Andriani, Riani & Hutabarat Law Office selalu membuat catatan yang ringkas untuk setiap perkara yang ditangani sehingga mudah untuk dibaca dan didiskusikan bersama tim untuk mencari solusi. Sehingga penanganan setiap perkara klien Andriani, Riani & Hutabarat Law Office berjalan secara efektif dan efisien.

Bekerja sendirian memang dapat dilakukan namun kekuatan bekerja dengan Tim akan menghasilkan pekerjaan yang terbaik. Prinsip kerja tim ini diterapkan di Andriani, Riani & Hutabarat Law Office. Dalam hal ini, Gabriela  yang menjadi Person in charge dalam tim, memastikan setiap pekerjaan terlaksana dengan baik pada waktu dan tempatnya. Ia cakap dalam mengarahkan tim agar dapat menyelesaikan perkara dengan sistematis dan efektif. Kemampuannya dalam mengelola dokumen-dokumen perkara sangat memudahkan kami untuk bisa menangani perkara dengan efisien.

Gabriela selalu mengatakan bahwa dirinya adalah representative Andriani, Riani & Hutabarat Law Office begitupun sebaliknya, sehingga segala bentuk pelayanan yang diberikan selalu maksimal dan terbaik bahkan sampai pada hal kecil sekalipun.

Permintaan klien yang serba cepat, karakter klien yang berbeda-beda, perubahan regulasi hukum, serta dinamika zaman, menjadikan Gabriela dan tim Andriani, Riani & Hutabarat Law Office selalu mempersiapkan diri dengan baik setiap waktunya. Salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman yang mudah dimengerti kepada klien atas perkara yang dihadapinya.

Sebagai kuasa dari Klien, seorang kuasa hukum tidak hanya mewakili kepentingan klien-nya namun juga harus mampu memberikan pendapat hukum yang mudah dimengerti oleh klien terkait perkara yang dihadapi klien. Contohnya, resiko yang akan dihadapi klien dalam memutuskan suatu hal, ataupun hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh klien.

Intuisinya sebagai seorang Pengacara semakin terasah, karena sering kali diwaktu yang bersamaan ia harus menangani perkara dari klien yang berbeda-beda, namun harus tetap memberikan opini hukum dengan tepat.

Adaptasi dan intuisi merupakan 2 (dua) hal yang berkaitan dan menimbulkan sinergi yang sempurna untuk menghadapi segala perubahan yang dihadapi dalam menangani suatu perkara. Selain jam terbang, dan semangat untuk selalu belajar, diperlukan juga kemampuan untuk berkomunikasi yang baik dengan pihak lawan atapun pihak lain yang terkait dengan perkara.

Tidak terbawa perasaan dan bersikap profesional dalam menjalankan profesi adalah salah satu bentuk Adaptasi terbaik dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di masa kini ataupun masa depan. Seorang Pengacara perlu memiliki kedewasaan emosional yang baik agar tidak mudah terbawa perasaan ataupun keadaan yang dihadapinya, sehingga segala tindakan yang diambil telah terencana secara matang.

Bagi Gabriela, dewasa secara emosional bukan berarti kita tidak bisa marah ataupun menjadi orang yang tidak berperasaan, namun seorang yang dewasa secara emosional adalah seorang yang mampu mengatur perasaannya dengan tidak egois dan tidak reaksional terkait suatu keadaan yang dihadapi.

Tentu bukan hal yang mudah bagi seorang Pengacara perempuan untuk memiliki kedewasaan emosional, oleh karena Perempuan identik dengan selalu menggunakan perasaan. Ketika Gabriela merasa perkara yang ditanganinya mulai menyentuh emosionalnya, biasanya Gabriela mengambil waktu sejenak untuk berdiam diri dan kembali berpikir tenang agar tidak bersikap reaksional karena bisa saja merugikan dirinya sendiri ataupun kepentingan klien.

Itulah pentingnya memiliki kedewasaan emosional sebagai seorang Pengacara Perempuan tentu kita perlu memiliki pemahaman dalam diri, bahwa kita bukan mewakili kepentingan diri kita terlebih lagi perasaan kita, namun kita mewakili kepentingan klien, sehingga segala tindakan kita sebagai kuasa Hukum harus dilakukan dengan hati-hati dan senang hati.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info