Afrian Bondjol Disebut Buat Skema "Penyelamatan" OCK, Gatot, dan Evy
Berita

Afrian Bondjol Disebut Buat Skema "Penyelamatan" OCK, Gatot, dan Evy

OC Kaligis bantah memerintahkan Afrian ke Medan dan buat skema.

NOV
Bacaan 2 Menit
Ahmad Fuad Lubis (kedua dari kanan) saat bersaksi dalam sidang perkara OC Kaligis di Pengadilan TIpikor Jakarta, Kamis (15/10). Foto: NOV
Ahmad Fuad Lubis (kedua dari kanan) saat bersaksi dalam sidang perkara OC Kaligis di Pengadilan TIpikor Jakarta, Kamis (15/10). Foto: NOV

Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumatera Utara (Sumut) Ahmad Fuad Lubis menyebutkan seorang advokat yang belakangan diketahui bernama Afrian Bondjol membuat skema untuk memutus mata rantai keterlibatan OC Kaligis, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan Evy Susanti dalam kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Hal itu disampaikan Fuad saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10). Fuad menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pasca anak buah OC Kaligis, M Yagari Bhastara Guntur alias Gary, tiga hakim, dan panitera PTUN Medan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 9 Juli 2015.

"Kita ada dipanggil bertemu dengan dua orang di bandara, tapi saya tidak tahu siapa namanya sebenarnya. Salah satu fotonya (foto Afrian Bondjol) pernah ditunjukan pihak penyidik KPK kepada kami itu benar orangnya, untuk membuat semacam konstruksi. Itu dijemput di bandara, kita putar-putar di Bandara Kualanamu," katanya.

Dua orang yang menjemput di Bandara Kualanamu, Medan, menurut Fuad, membawanya ke dalam mobil untuk berputar-putar di sekitar jalan tol bandara. Di dalam mobil juga ada Kepala Biro Perlengkapan Pemprov Sumut Syafrudin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Sumut Pandopotan Siregar, dan Gatot.

Fuad mengungkapkan, sambil memegang secarik kertas, Afrian menggambar sebuah skema mata rantai kasus PTUN Medan yang turut menyeret OC Kaligis, Gatot, dan istrinya Evy Susanti. Ada tiga poin yang disampaikan Afrian kepada Fuad. Pertama, garis perintah, kedua garis koordinasi, dan ketiga garis aliran dana.

Garis perintah yang dimaksud adalah perintah dari Gatot kepada Fuad, serta perintah dari OC Kaligis kepada Gary. Sementara, garis koordinasi adalah koordinasi OC Kaligis ke PTUN Medan. Garis aliran dana adalah dari Evy kepada OC Kaligis dan Gary. Afrian memotong garis-garis tersebut agar OC Kaligis, Gatot, dan Evy tidak ikut terseret.

Fuad membenarkan isi berita acara pemeriksaannya (BAP) yang menyebutkan bahwa garis-garis itu rencananya akan dihilangkan supaya terkesan Fuad memberi kuasa kepada OC Kaligis atas inisiatif sendiri, Gary bertindak seorang diri tanpa perintah OC Kaligis, dan uang yang sebenarnya dari Evy seolah-olah bersumber dari OC Kaligis.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info