AIlex for Good Jangkau Kontras Dukung Penguatan Advokasi HAM
Terbaru

AIlex for Good Jangkau Kontras Dukung Penguatan Advokasi HAM

Menjadi lembaga ke-52 penerima akses AIlex secara pro bono untuk membantu kerja riset, dokumentasi, hingga penyusunan dokumen hukum dalam upaya memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
 Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim (kiri) bersama Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Hans Giovanny dalam Silaturahmi dan Seremoni AIlex for Good, Jumat (16/10/2026). Fotografer / Hilan Fathurrahman Wicaksana
Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim (kiri) bersama Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Hans Giovanny dalam Silaturahmi dan Seremoni AIlex for Good, Jumat (16/10/2026). Fotografer / Hilan Fathurrahman Wicaksana

Akses terhadap informasi hukum dianggap menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pemenuhan hak, memperkuat kesadaran hukum, dan mendorong terwujudnya keadilan. Hal tersebut menjadi landasan komitmen bagi Hukumonline untuk memperluas jangkauan akses informasi tersebut ke segala lini masyarakat.

Melalui program AIlex for Good, perusahaan yang telah bergerak selama lebih dari dua dekade ini memberikan akses terhadap generatif AI. Yakni AIlex secara pro bono kepada lembaga-lembaga yang senantiasa berjuang dalam memperoleh keadilan bagi masyarakat.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menjadi lembaga ke-52 yang mendapatkan akses tersebut untuk membantu mereka dalam riset-riset hukum maupun advokasi.

“Ini akan sangat membantu kerja-kerja riset yang dilakukan. Setiap tahun Kontra situ setidaknya mengeluarkan lima produk riset kalau ditotal dengan riset tematik dan juga riset yang sifatnya rutin ada tujuh publikasi wajib yang kita keluarkan setiap tahun,” ujar Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi Kontras, Hans Giovanny Yosua dalam Silaturahmi dan Seremoni AIlex for Good, Jumat (16/10/2026).

Baca juga:

Ia menjelaskan kerja-kerja Kontras tidak hanya seputar riset tetapi juga melakukan advokasi yang sifatnya litigasi maupun non litigasi. Alhasil, dengan hadirnya AIlex di Kontras bakal membantu dalam penyusunan gugatan atau memberi kasasi di divisi hukum dan advokasi.

Sebelumnya pada tahun 2024, Hans mengungkapkan Kontras telah mencoba untuk mengembangkan sebuah machine learning untuk melakukan pemantauan dan analisis isu-isu hak asasi manusia (HAM). Namun sayangnya, pengembangan tersebut harus terhenti.

“Jadi ini (AIlex) tentu satu hal yang baik. Kita bisa memanfaatkan karena kami ingat waktu itu kita hampir punya sendiri yang kita kembangkan tapi gagal,” jelasnya.

Hans sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Hukumonline atas kerjasama yang dilakukan melalui AIlex for Good yang nantinya akan memudahkan kerja-kerja tim Kontras dalam memperjuangkan keadilan bagi publik.

“Terima kasih kepada Hukumonline. Semoga kerja sama kita ke depan dapat berjalan dengan lancar. Kami sangat berharap penggunaannya nanti bisa membantu kerja-kerja teman-teman,” ungkap Hans.

Sementara Chief Media & Engagement Officer (CMO) Hukumonline, Amrie Hakim menegaskan pemberian akses AIlex secara pro bono kepada Kontras semata-mata untuk dimanfaatkan para peneliti dan anggota khususnya divisi riset dan dokumentasi sebagai alat bantu kerja.

“Harapan kami kerja sama ini, khususnya AIlex ini memberikan manfaat bagi kita semua, bagi masyarakat, dan mendukung kerja-kerja Kontras ke depannya,” kata Amrie.

Hukumonline sendiri senantiasa mengikuti berbagai upaya advokasi yang dilakukan Kontras. Mulai dari pengungkapan fakta di balik demonstrasi pada Agustus 2025, penerbitan laporan investigasi independen terkait serangan terhadap Andrie Yunus pada April 2026, hingga advokasi reformasi sektor keamanan termasuk uji materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Atas dasar itu, Amrie menilai kerja-kerja yang selama ini dilakukan Kontras membutuhkan dukungan informasi hukum yang akurat dan relevan, baik untuk kepentingan riset, dokumentasi, analisis, advokasi maupun edukasi publik.

“Kebutuhan inilah yang ingin kami dukung melalui program AIlex for Good, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial Hukumonline kepada lembaga yang berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan publik dan keadilan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan AIlex telah terekognisi oleh berbagai praktisi hukum terkait kebermanfaatan generative AI tersebut. Apalagi, jawaban yang diberikan AIlex diambil dari database Hukumonline yang dihimpun sejak 26 tahun yang lalu.

“Bisa kami katakan bahwa AIlex ini sudah mendapatkan rekognisi atau pengakuan daripada praktisi-praktisi hukum bahwa keandalan AIlex ini sebagai Gen AI pertama untuk bidang hukum di Indonesia,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info