Akademisi FH UMP Raih Rekor MURI Dosen Perempuan Penulis Buku Hukum Terbanyak
Terbaru

Akademisi FH UMP Raih Rekor MURI Dosen Perempuan Penulis Buku Hukum Terbanyak

Capaian rekor MURI ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi motivasi untuk terus berkarya.

Willa Wahyuni
Bacaan 2 Menit
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP) Serlika Aprita (Kiri)  saat menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Dosen Perempuan Penulis Buku Ilmu Hukum Terbanyak” . Foto: Istimewa.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP) Serlika Aprita (Kiri) saat menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Dosen Perempuan Penulis Buku Ilmu Hukum Terbanyak” . Foto: Istimewa.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP) Serlika Aprita mencatatkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan hukum Indonesia. Ia berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Dosen Perempuan Penulis Buku Ilmu Hukum Terbanyak” dengan total 35 judul buku.

“Menulis buku tak hanya sekadar kegiatan menulis, tetapi juga merupakan investasi penting dalam pengembangan literasi dan kecakapan hidup seseorang,” ujar Serlika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/5/2025) kemarin.

Serlika mulai menulis sejak 2013 silam yang dimulai dari menerbitkan buku pertamanya melalui penerbit lokal. Kebiasaannya menulis diary sejak duduk di bangku SMP menjadi fondasi awal yang menguatkan kecintaannya pada dunia literasi.

Sebagai penulis, Serlika memegang prinsip bahwa karya yang baik lahir dari proses yang terbuka terhadap masukan. Ia tidak menutup diri terhadap kritik maupun saran yang membangun, karena baginya, setiap umpan balik adalah peluang untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. 

Baca juga:

Ia yakin proses menulis bukanlah sesuatu yang selesai dalam satu tahap semata. Tapi, perjalanan berkelanjutan yang terus berkembang melalui dialog, pembelajaran, dan refleksi dari berbagai pihak. Pendekatan inilah membuatnya konsisten menghasilkan karya-karya yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga matang secara kualitas.

“Sebagai penulis yang baik, tentunya saya sangat terbuka dengan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan karya tulisan saya,” imbuh Serlika.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info