Antusiasme Mahasiswa President University di Acara Hakordia Bersama Kejari Kabupaten Bekasi
Terbaru

Antusiasme Mahasiswa President University di Acara Hakordia Bersama Kejari Kabupaten Bekasi

Sama-sama berkomitmen memberikan edukasi hukum, termasuk bahaya korupsi bagi masyarakat dan mahasiswa.

Aji Prasetyo
Bacaan 3 Menit

"Hal itu membuktikan jika Kejaksaan tidak pandang bulu dalam penegakan hukum termasuk kepada para korporasi besar dan pihak-pihak tertentu yang memang dianggap melakukan korupsi," tegasnya.

Terkait bagaimana Indonesia bisa bersih dari korupsi, Eddy menekankan bahwa Kejaksaan selalu berupaya melakukan edukasi preventif secara luas kepada masyarakat tentang bahaya korupsi dan ranah-ranahnya.

"Kita ada preventif, pencegahan itu, dari awal kita lakukan penyuluhan secara luas, tidak hanya mahasiswa, kita mulai dari bawah, adik-adik kita di SMA, mahasiswa terkait korupsi," terangnya.

Ia bahkan memberikan contoh sederhana yang sering diabaikan. "Padahal nyontek saja korupsi. Masuk kampus terlambat, gerbang tutup kasih satpam itu korupsi," jelas Eddy.

Mengenai upaya pemulihan aset negara dari pelaku korupsi yang kerap menyembunyikan harta di berbagai lokasi, termasuk luar negeri, Eddy menjelaskan bahwa Kejaksaan telah memiliki Badan Pemulihan Aset.

"Ada bidang intelijen kami ada program asset tracing, terhadap aset milik pelaku korupsi. Ketika dieksekusi, aset disita untuk negara maka aset itu dapat kita eksekusi," paparnya.

Sesi diskusi sendiri berlangsung interaktif dan penuh humor. Momen mencair terjadi ketika seorang mahasiswi diminta maju membacakan materi, namun ia sempat terdiam lalu berkata, "Maaf mata saya minus." Pernyataan ini disambut gelak tawa hadirin, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, petinggi Kejari, hingga masyarakat umum

Sementara itu, Kepala Program Studi Hukum President University, Grace Sharon, mengatakan kerja sama dengan Kejaksaan merupakan komitmen kedua pihak dalam menjalankan edukasi. Ia menyoroti bahwa President University adalah kampus multi-etnis dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Menurut Grace, edukasi hukum menjadi penting agar mahasiswa, baik dari Indonesia maupun asing, memahami perkembangan hukum di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan korupsi.

"Ini salah satu mahasiswi saya dari Timor Leste. Kampus kita ini multi etnis, dan itu hal yang menarik, karena tidak banyak kampus yang mahasiswanya merupakan orang asing. Hal ini penting untuk menjelaskan juga kepada mereka bagaimana hukum di Indonesia," kata Grace kepada Hukumonline.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info