Awal tahun 2026 menjadi momentum bagi sejumlah firma hukum untuk memperkuat organisasi dan layanan jasa hukum melalui pengangkatan partner baru. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya kebutuhan layanan hukum, khususnya di bidang kekayaan intelektual dan teknologi. Hal ini pula yang dilakukan oleh HHP Law Firm dan K&K Advocates.
HHP Law Firm (HHP) mengumumkan pengangkatan praktisi IP Tech, Nidya Kalangie, sebagai Partner. Dengan pengalaman sekitar 25 tahun, Nidya dikenal sebagai salah satu praktisi kekayaan intelektual terkemuka di Indonesia. Ia telah memberikan nasihat hukum kepada klien dari berbagai sektor, dengan keahlian di bidang perlindungan merek, litigasi, serta aspek komersial kekayaan intelektual.
Fokus praktiknya meliputi pendaftaran, lisensi, waralaba, dan strategi merek bagi perusahaan domestik maupun multinasional, khususnya di sektor kesehatan, barang konsumsi, ritel, dan keuangan.
Baca Juga:
- Adrem Law Firm Promosi Partner dan Associate Partner Baru
- Angkat 7 Partner Sepanjang 2022, Begini AHP Maknai Pengangkatan Partner
Managing Partner HHP Law Firm, Mita Guritno, menyebut kehadiran Nidya akan memperkuat hubungan institusional yang telah terjalin dengan klien serta meningkatkan kapabilitas firma dalam layanan IP Tech. “Langkah strategis ini akan membantu firma merespons meningkatnya permintaan layanan IP Tech seiring masuknya investor lokal maupun internasional ke Indonesia,” ucap Mita dilansir dari keterangannya, Kamis (5/2).
Sementara itu, Head of IP Tech (Commercial) HHP, Daru Lukiantono, menilai penunjukan Nidya akan meningkatkan pertumbuhan dan reputasi praktik kekayaan intelektual dan teknologi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi praktik komersial firma secara keseluruhan.
Adapun Nidya merupakan anggota sejumlah organisasi profesi, seperti INTA, Asian Patent Attorneys Association (APAA), dan ASEAN Intellectual Property Association (ASEAN IPA). Selain itu, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Bendahara Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI). Namanya juga tercatat dalam sejumlah direktori hukum internasional, seperti Chambers & Partners Asia-Pacific, Legal 500, dan Managing Intellectual Property.
















