Suasana senja di aula Gedung Multimedia Mayapada, Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ), berubah meriah ketika gelombang tepuk tangan memenuhi ruangan. Dari balik sorot lampu dan sorak para hadirin, nama Ivan Yustiavandana disebut sebagai penerima penghargaan Hukumonline Golden Alumni 2025. Momen itu bukan sekadar seremoni, ia menjadi titik balik emosional bagi sosok yang sejak lama mengabdikan diri pada upaya pemberantasan kejahatan keuangan di Indonesia.
Derap langkah Ivan menapaki lantai kampus sore itu terasa seperti perjalanan waktu yang terlipat. Di tempat inilah dulu ia duduk sebagai seorang mahasiswa biasa, datang dari Jakarta membawa mimpi yang mungkin belum sepenuhnya terdefinisi, dan menghabiskan tahun-tahun pembentukan jati diri di gedung-gedung perkuliahan FH UNEJ.
Namun hari itu ia kembali dalam wujud berbeda, seorang pemimpin yang memegang amanah besar sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sekaligus salah satu figur kunci dalam arsitektur pencegahan dan pemberantasan kejahatan keuangan nasional.
Tepuk tangan bergema bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga pengakuan atas perjalanan panjang yang ditempuhnya. Di tengah atmosfer kampus yang hangat dan penuh nostalgia, penghargaan tersebut seolah menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Setidaknya mengukuhkan bagaimana bangku kuliah yang pernah membesarkan namanya turut melahirkan seorang penjaga integritas finansial negara.
Dalam sorotan itu, Ivan tidak sekadar menerima penghargaan. Ia merayakan sebuah lingkaran yang kembali utuh. Kampus tempat ia bermimpi kini menyambutnya pulang sebagai sosok yang mewujudkan mimpi tersebut, dan sekaligus menginspirasi generasi muda FH UNEJ untuk melangkah sejauh mungkin, sejauh yang pernah ia tempuh.
Dalam balutan sore yang penuh nostalgia itu, Ivan sempat menyingkap sepotong kisah yang jarang diceritakan. Di hadapan para mahasiswa dan dosen yang memenuhi aula, ia tersenyum kecil sambil mengingat kembali betapa dulu ia sering merasa ‘asing’ terhadap konsep belajar yang umum: ‘belajar dulu, baru diuji’.
Baca juga:
















