The RegTech Association menggelar #RegTechEdgeNoBorders untuk memfasilitasi pembangunan bisnis yang profesional melalui inovasi dan investasi RegTech, Kamis (25/7/2024). Asosiasi ini mengajak pemerintah, regulator, layanan profesional, dan perusahaan RegTech untuk mempromosikan, kolaborasi,dan menerapkan solusi teknologi. Hukumonline ikut hadir dalam program #RegTechEdgeNoBorders yang dirancang untuk memberikan solusi RegTech dalam mengatasi tantangan global di seluruh lanskap regulasi yang kompleks.
The RegTech Association didirikan pada tahun 2017 silam sebagai organisasi nirlaba yang mendukung pertumbuhan dan mempercepat adopsi RegTech. “Kami mendukung anggota kami untuk merangkul dan mengadopsi prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola praktik yang baik,” ujar CEO The RegTech Association, Deborah Young dalam pembukaan #RegTechEdgeNoBorders.
Aditya Gilang Persada - Enterprise Solution Sales Manager Hukumonline dalam sesi #RegTechEdgeNoBorders, Kamis (25/7/2024).
Baca juga:
Mahasiswa President University 'Berguru' ke Hukumonline Sebagai Perusahaan Regtech
Kenali 7 Kategori Utama dari Regulatory Technology
“Berfokus pada area risiko utama di seluruh taksonomi RegTech, kegiatan ini akan memberikan wawasan kepada peserta tentang RegTech,” lanjut Deborah. Ia mengatakan sejak 2020 ada 21.000 orang yang berasal lebih dari 100 negara telah menghadiri program ini. Masing-masing organisasi atau perusahaan yang hadir pada program hari ini merupakan anggota dan bagian dari The RegTech Association.
The RegTech Association telah melakukan beberapa penelitian setiap tahunnya dan menerbitkannya melalui laporan Perspektif Industri. “80% regulator yang menanggapi survei menyatakan bahwa mereka telah menggunakan RegTech atau solusi teknologi selama satu tahun terakhir,” imbuh dia.
Hal itu menurut Deborah semakin memperjelas kepada pasar bahwa regulator sedang melakukan transformasi digital. Baik dari segi ilmu pengetahuan, kapasitas digital, hingga pemahaman tentang RegTech sedang bertransformasi.
Selain Hukumonline, hadir pula lima organisasi lain yaitu Kinatico, Ruleguard, LexisNexis, Ripjar, dan Battleground. Konsultan Keuangan asal Australia, Peter Deans menyoroti betapa saling terhubungnya bisnis, ekonomi, dan komunitas di dunia yang digerakkan oleh teknologi. Terlebih beberapa waktu lalu ada persoalan di Microsoft yang memberikan dampak kepada jalannya bisnis. “Tidak peduli seberapa besar dan kecilnya bisnis atau industri yang anda geluti, anda harus memiliki pemahaman soal RegTech,” ujar Peter dalam sesi yang sama.
The RegTech Association hadir dalam membantu menjelaskan betapa fundamentalnya RegTech dalam perusahaan. Apalagi di masa yang akan datang semakin banyak perusahaan baru dengan kemajuan teknologi baru yang mengikutinya.
Hukumonline telah bergabung dalam asosiasi ini sebagai Perusahaan RegTech asal Indonesia. Hukumonline yang didirikan oleh para pegiat hukum terkemuka sejak 24 tahun lalu memiliki visi Indonesia One Stop Legal Platform. Hal ini dibuktikan dengan Hukumonline yang mengelola lebih dari 1500 klien. Produknya tersebar membentuk layanan hukum terlengkap dan terpercaya di Indonesia.
Aditya Gilang Persada, Enterprise Solution Sales Manager Hukumonline menjelaskan Hukumonline pada sesi #RegTechEdgeNoBorders hari ini. “Kami di Hukumonline tidak hanya bekerja untuk sisi komersial, tetapi juga menjadi solusi hukum terpadu untuk hukum dan profesional,” ujar Aditya.
















