Paradigma lama yang berkembang selama ini dalam melihat posisi in house counsel biasanya tak lebih dari pelengkap atau pendukung dalam proses administrasi atau bisnis di perusahaan. Tapi situasinya sekarang berbeda, perkembangan bisnis yang semakin rumit membutuhkan peran In-House Counsel yang lebih mumpuni.
Direktur Legal & Human Capital PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, mengatakan fungsi In-House Counsel bergeser menjadi lebih strategis, bahkan sebagai kunci di perusahaan. Pergeseran peran in house counsel ke arah strategis itu seiring perkembangan, dan kompleksitas transaksi komersial di perusahaan.
“Fungsi hukum (in house counsel,-red) bukan lagi dilihat sebagai ‘teman belakang’ atau pelengkap saja, tapi sekarang memegang peran kunci,” kata Didi kepada Hukumonline, Selasa (8/10/2024).
Selaras peran tersebut, in house counsel harus terus mengasah kemampuannya untuk menjalankan pekerjaannya dengan baik. Dari pengalamannya selama ini, bekerja di perusahaan modern yang tata kelolanya lebih kompleks, dapat disimpulkan fungsi legal sebagai kunci di perusahaan.
Baca juga:
- Profesi In House Counsel dalam Praktik Hukum
- Jejak Langkah Lasmaroha Simbolon Menapaki Profesi In-House Counsel
- IHCSA 2024 Akan Hadirkan Daftar In-House Counsel Elite
Untuk mengetahui informasi In-House Counsel Summit & Awards (IHSCA) 2024 pada 17-18 Oktober 2024 di Nusa Dua, Bali, silakan klik link berikut ini atau gambar di bawah ini!
Peran kunci in house counsel bisa dilihat dari banyak praktik. Misalnya, ketika membangun bisnis berkolaborasi dengan pihak lain atau dilakukan secara mandiri oleh perusahaan, banyak struktur bisnis yang coba dieksplorasi. Harus dipastikan struktur bisnis yang dibangun itu secara legal bisa diterima atau bisa berjalan di Indonesia.

















