California Bar Setujui Pedoman Lawyer Menggunakan AI
Terbaru

California Bar Setujui Pedoman Lawyer Menggunakan AI

Panduan praktik ini memuat diantaranya mengenai permintaan kalangan lawyer dalam mempertimbangkan pengungkapan penggunaan generative AI kepada klien dan keterlibatan manusia dalam meneliti keakuratan hasil AI.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit

Selain California, dikabarkan Florida Bar juga tengah mengerjakan rangkaian prinsip etika penggunaan generative AI. Dalam rapat komite mereka di 30 November 2023 mendatang, sejumlah pertanyaan diantaranya terkait penggunaan AI oleh lawyer, pengawasan teknologi, dan biaya akan menjadi agenda pembahasan.

Sedangkan wadah kalangan lawyer pada 2 negara bagian Amerika Serikat yakni di New York Bar dan New Jersey Bar diketahui juga sudah membentuk satuan tugas yang bakal mengkaji pedoman generative AI. Upaya yang dilakukan 2 organisasi lawyer itu tak terlepas dari adanya 2 lawyer AS yang menggunakan generative AI dalam pengajuan ke Pengadilan, namun tidak melakukan pemeriksaan kembali dan tak menyadari kecerdasan buatan telah membuat kutipan atas kasus yang (sebetulnya) tidak ada.

Dua advokat yang dimaksud adalah Peter LoDuca dan Steven A. Schwartz sebagaimana disampaikan Hakim P. Kevin Castel dianggap telah meninggalkan tanggung jawab dengan melampirkan legal brief tulisan AI dalam gugatan klien mereka terhadap maskapai Avianca pada bulan Maret 2023.  

Atas perbuatannya itu, Hakim P. Kevin Castel memerintahkan LoDuca dan Schwartz bersama firma hukum mereka Levidow, Levidow & Oberman untuk masing-masing membayar denda sebesar 5.000 USD. Mereka juga diperintahkan untuk memberi tahu setiap hakim yang secara salah diidentifikasi melalui ChatGPT sebagai pembuat putusan kasus palsu terkait sanksi yang diterima.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info