Catatan Penting Sebelum Memilih Forum Arbitrase Internasional
Utama

Catatan Penting Sebelum Memilih Forum Arbitrase Internasional

Beberapa diantaranya seperti memperhatikan klausul arbitrase, memperhatikan seksama dalam memilih arbiter, sampai dengan presentasi kasus secara efisien.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Vice-Chair ICC Singapore Arbitration Group Prof. Darius Chan (tengah) bersama narasumber lain dalam konferensi bertajuk 'Navigating International Arbitration as General Counsel' di International Financial Center, Jakarta, Selasa (9/7/2024). Foto: FKF
Vice-Chair ICC Singapore Arbitration Group Prof. Darius Chan (tengah) bersama narasumber lain dalam konferensi bertajuk 'Navigating International Arbitration as General Counsel' di International Financial Center, Jakarta, Selasa (9/7/2024). Foto: FKF

Arbitrase Internasional merupakan salah satu opsi penyelesaian sengketa sebagai di luar pengadilan yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Namun dalam pelaksanaannya, masalah waktu dan biaya mash menjadi perhatian.

“Lantas, apa yang dapat dilakukan untuk mengontrol waktu dan biaya? Pertama, perhatikan klausul arbitrase Anda (dalam perjanjian/kontrak),” ujar Akademisi Singapore Management University (SMU) sekaligus Vice-Chair ICC Singapore Arbitration Group Prof. Darius Chan dalam konferensi bertajuk “Navigating International Arbitration as General Counsel” di International Financial Center, Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Konferensi ini merupakan kerja sama antara Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), International Centre for Dispute Resolution, Singapore Management University, CHP Law LLC, dan Maramis, Purba, Santi, Singara (MAPS) Law Firm. Acara ini dihadiri sejumlah In-House Counsel dari berbagai perusahaan di tanah air.

Baca Juga:

Ia melanjutkan klausul arbitrase dapat dipertimbangkan untuk menggunakan prosedur yang dipercepat dan arbiter tunggal jika memungkinkan. “Pastikan penerapan klausul arbitrase berdasarkan hukum yang berlaku untuk menghindari sengketa yurisdiksi. Lalu, pilih lokasi dengan proses pengadilan yang efisien,” ujar Prof Darius.

Dalam memilih arbitrase, kata dia, patut dicatat arbiter yang banyak dicari biasanya akan memiliki jadwal yang padat. Pastikan pula kandidat arbiter memiliki keahlian, temperamen, dan pelatihan yang tepat dengan menunjukkan kualitas yang diinginkan kepada lembaga. Bila antara para pihak tidak kunjung sepakat dalam menentukan arbiter, maka bisa mempergunakan “list method”.

Tips lain disampaikan Prof. Darius ialah menyesuaikan Procedural Order No. 1 (PO1) sebagai dokumen yang biasanya menetapkan jadwal prosedural untuk arbiter. Untuk itu, penting mengambil partisipasi aktif dalam proses finalisasi PO1. Untuk mempertimbangkan membuat tawaran penyelesaian “without prejudice save as to costs”

Tags:

Berita Terkait