Cerita Pengalaman dan 'Siasat Ampuh' Dosen FH Unnes Tembus Jurnal Internasional
Terbaru

Cerita Pengalaman dan 'Siasat Ampuh' Dosen FH Unnes Tembus Jurnal Internasional

Semakin banyak membaca jurnal berkualitas, akan mempengaruhi artikel atau karya tulis yang dihasilkan penulis jadi lebih baik.

Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit

“Semakin banyak membaca jurnal berkualitas, penulis pasti akan selektif menyaring sumber untuk dikutip,” ujarnya.

Hukumonline.com

Saru Arifin saat berpose di pelataran Universitas Negeri Semarang. Foto: HFW

Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan artikel berkualitas sangat beragam, terkait dengan tingkat kemahiran penulis. Saru mengingat pertama kali menulis artikel yang tembus jurnal internasional berkualitas membutuhkan waktu sampai 4 bulan. Rentang waktu semakin pendek seiring peningkatan keterampilan menulis yang terasah.

“Kalau sudah terbiasa menulis pasti selesai dalam hitungan pekan. Kalau saya sedang bersemangat untuk satu tema tulisan bisa selesai 2 hari,” imbuhnya.

Cara atasi kejenuhan

Menulis kadang menimbulkan kejenuhan. Untuk tetap bersemangat dalam menulis, Saru mengatakan pikiran harus tenang karena hal itu mempengaruhi ide yang muncul di pikiran. Ketika ide sudah muncul, segera tangkap dan eksekusi. Biasanya Saru segera mencatat ide dalam coretan di atas kertas atau membuatnya lewat gawai. Beberapa poin penting yang dicatat antara lain judul, argumentasi singkat, dan abstrak. Setelah tercatat atau tersimpan dalam gawai ide itu bisa dibuka kembali ketika ingin menulis.

Pada saat menulis, Saru menegaskan jangan dipaksa untuk rampung dalam sehari. Alih-alih kejar target, jika dipaksa untuk menulis hasilnya berpotensi berantakan. Menulis adalah proses olah pikiran dan kreativitas. Jika berada dalam kondisi psikologis yang nyaman, kegiatan menulis bisa tuntas dalam satu hari.

“Yang penting draf sudah jadi, nanti menyusul perbaikan-perbaikan untuk menyempurnakan tulisan,” bebernya.

Menulis tak perlu mengikuti urutan bagian artikel dari awal sampai akhir. Bisa juga menulis secara acak asalkan ide tulisan sudah tertuang tegas dalam abstrak. Menurut Saru abstrak sebagai pagar sehingga artikel bisa tetap fokus sesuai arah yang ditentukan. Bisa saja setelah abstrak selesai langsung lompat ke bagian akhir artikel yakni kesimpulan. Setiap bagian yang selesai ditulis pasti akan selaras yang penting abstrak sudah solid sebagai kerangka tulisan.

“Tidak ada masalah kita mau mulai menulis dari bagian mana,” ujar pria yang menulis puluhan artikel dan terbit di berbagai jurnal internasional bereputasi itu.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info