Ia menilai persoalannya bukan selalu karena departemen legal kekurangan perangkat AI. Sebenarnya banyak tim legal telah memiliki teknologi, data, dan sistem yang dibutuhkan. Tantangannya adalah bagaimana merangkai berbagai sumber daya tersebut menjadi proses kerja yang mampu menghasilkan manfaat nyata bagi perusahaan.
Karena itu, menurut Jennifer, departemen legal perlu mengubah penggunaan AI yang tersebar di berbagai pekerjaan menjadi sistem kerja yang terarah dan terukur. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya sekadar mengetahui AI telah digunakan, tetapi juga dapat melihat kontribusi yang dihasilkan.
Bagaimana Menghitung Nilai Penggunaan AI Secara Konkret?
Bagi Jennier, pembuktian nilai AI perlu diterjemahkan ke dalam ukuran yang dapat dipahami pimpinan perusahaan, termasuk nilai finansial. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menghitung waktu kerja yang hemat, mengalikannya dengan biaya tenaga kerja, lalu menambahkan pengeluaran yang berhasil dihindari.
“Jam kerja yang dihemat dikalikan biaya tenaga kerja, lalu ditambah pengeluaran yang berhasil dihindari. Itulah angka yang bisa dilaporkan,” tuturnya.
Ia menjelaskan nilai tersebut dapat berasal dari beberapa sumber. Pertama, pengendalian biaya kantor hukum eksternal melalui pemeriksaan tagihan secara konsisten. Kedua, kapasitas tim yang terbebaskan karena pekerjaan rutin, seperti pelaporan dan komunikasi yang dapat dibantu AI. Ketiga, biaya yang berhasil dihindari, misalnya pengeluaran untuk jasa konsultan atau perangkat lunak yang tidak lagi diperlukan.
Pendekatan ini membantu departemen legal menyampaikan manfaat AI dengan ukuran yang lebih konkret. Penggunaan AI tidak lagi hanya dilaporkan melalui jumlah pekerjaan yang selesai atau waktu yang berhasil dipangkas, tetapi juga melalui biaya yang dapat dikendalikan dan kapasitas kerja yang dapat dimanfaatkan kembali.
Meski demikian, penghitungan tersebut baru menjadi langkah awal. Nilai finansial dapat menunjukkan manfaat operasional, tetapi departemen legal juga perlu menjelaskan bagaimana manfaat tersebut berkontribusi terhadap tujuan perusahaan.
















