Kelima juri tersebut membawa kombinasi keahlian, pengalaman panjang, serta pemahaman lintas sektor yang kuat untuk menilai kinerja kepatuhan hukum perusahaan. Penilaian dilakukan tidak hanya dari sisi pemenuhan kewajiban hukum, tetapi juga melihat sejauh mana perusahaan mampu menjadi pelopor dalam penerapan praktik kepatuhan yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan bagi lingkungan usaha dan masyarakat.
Salah satu juri, Mas Achmad Santosa, menekankan bahwa kepatuhan hukum yang kuat berkaitan erat dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup. Ia menyoroti pentingnya transparansi, khususnya bagi perusahaan yang berorientasi ekspor atau memiliki pendanaan internasional.
"Awards seperti ini membangun motivasi bahwa regulatory compliance bukan sekadar mencegah peristiwa hukum, tapi juga membangun reputasi di mata publik dan stakeholder," kata dia saat proses penjurian IRCA 2025 beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Prof. Faisal Santiago menilai integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan kepatuhan hukum. Ia juga menyoroti peran insan hukum muda di balik kesuksesan penerapan regulasi di banyak perusahaan.
Dalam pengamatannya selama proses penjurian, Prof. Faisal mengapresiasi antusiasme dan semangat profesional muda yang bertugas di divisi hukum perusahaan. Menurutnya, hal ini menjadi potensi besar yang patut terus digali dan dikembangkan agar budaya kepatuhan semakin mengakar dalam sistem manajemen perusahaan.
“Saya bangga betul orang hukumnya banyak anak-anak muda,” ucapnya.
Adapun malam apresiasi IRCA 2025 akan diselenggarakan pada Jumat, 9 Mei 2025 mendatang. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk turut serta dan menjadi bagian dari perhelatan bergengsi ini!
















