Sebagai contoh, terdakwa mengusulkan penggunaan operating system Chrome untuk laptop pelajar dan operating system Windows untuk laptop guru. Hal ini terlihat di antaranya dalam slide pemaparan pada Zoom tanggal 21 Februari 2020 pukul 16.00-18.00 WIB. Selain itu, pada Januari 2020, terdakwa memberi masukan penggunaan 2-in-1 Windows PC dengan layar sentuh (touchscreen) bagi guru agar proses pembelajaran terasa lebih menarik.
"Terdakwa tidak ikut pertemuan pada 19 Februari 2020 antara kementerian dengan Google. Terdakwa justru memberikan masukan soal kelemahan Chromebook kepada saksi Nadiem Makarim pada 21 Februari 2020," lanjut Andi.
Di antara catatan tersebut adalah adanya keterbatasan koneksi, di mana Chromebook memiliki ketergantungan tinggi pada koneksi internet yang menjadi kendala di banyak wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat masalah kompatibilitas karena Chromebook memiliki keterbatasan dalam menjalankan aplikasi khusus milik Kemendikbudristek dibandingkan kebutuhan OS Windows.
"Terdakwa memberikan rekomendasi bahwa Personal Computer (PC) berbasis Windows tetap dibutuhkan oleh sekolah-sekolah karena fleksibilitas dan fungsionalitasnya," terang Andi.
Andi juga mengatakan bahwa Ibam memang mencantumkan harga laptop Chromebook, namun hal itu sebatas rekomendasi berdasarkan harga di pasar (marketplace). Ia tetap memberikan masukan agar harga dicek ulang oleh Kemendikbud dengan menyarankan kementerian melakukan Request For Information (RFI) kepada distributor guna validasi harga agar lebih kompetitif.
"Hal ini menunjukkan kapasitas terdakwa hanyalah seorang konsultan teknologi informasi, bukan konsultan harga atau konsultan keuangan. Hal ini lazim dalam praktik konsultan sepanjang tidak ditemukan adanya persekongkolan antara konsultan dengan penyedia barang. Dalam perkara a quo, tidak terbuktikan bila terdakwa melakukan permufakatan jahat atau perbuatan melawan hukum dengan prinsipal distributor maupun reseller," jelasnya.
Andi juga menekankan bahwa Ibam tidak terbukti melakukan lobi-lobi usaha atau melakukan pendekatan kepada pengelola anggaran Kemendikbud untuk memilih Chromebook. Pertemuannya dengan sejumlah orang dari Google dilakukan secara terbuka dan bukanlah lahir dari inisiatif pribadi, melainkan setelah adanya arahan dari Nadiem Makarim.
















