Ditetapkan Tersangka, Kemenkumham Bakal Beri Bantuan Hukum Prof Eddy Hiariej
Terbaru

Ditetapkan Tersangka, Kemenkumham Bakal Beri Bantuan Hukum Prof Eddy Hiariej

Tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pihak civitas Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Rofiq Hidayat
Bacaan 2 Menit

“UGM menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak yang berwajib untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya melalui keterangannya.

Dahliana mengatakan pihak civitas Universitas Gajah Mada mengaku prihatin terhadap Prof Eddy Hiariej yang telah menempuh puncak karier tertinggi dalam dunia akademik malah tersandung kasus hukum. Padahal Prof Eddy, kata Dahliana, merupakan satu dari sekian kader terbaik yang dimiliki oleh Fakultas Hukum Univesitas Gajah Mada.

Perlu diketahui, di usia masih 37 tahun, Prof Eddy menyandang Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum  Universitas Gajah Mada pada 2010. Profesor merupakan gelar tertinggi yang disandang seseorang di bidang akademik. Presiden Joko Widodo kemudian melantik Eddy menjadi Wamenkumham pada 23 Desember 2020.


“UGM tentu merasa prihatin ada kader terbaiknya yang terjerat masalah hukum,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso pada Selasa (14/3/2023) melaporkan Yogi Ari Rukmana selaku asisten pribadi Eddy Hiariej dan advokat Yosie Andika Mulyadi ke KPK. Kedua dilaporkan atas dugaan penerimaan gratifikasi sebesar Rp7 miliar terkait konsultasi dan bantuan pengesahan badan hukum sebuah perusahaan.

Meski demikian, kuasa hukum Eddy Hiariej, Ricky Herbert Parulian Sitohang membantah tudingan soal penerimaan gratifikasi tersebut. Dia mengungkapkan bahwa uang yang diterima Yosi adalah murni fee yang diterima yang bersangkutan untuk pekerjaannya sebagai pengacara. Ricky juga menegaskan tidak serupiah pun yang diterima oleh kliennya. Malahan kliennya bahkan tak tahu menahu soal apa saja yang dikerjakan oleh Yosi.


Tags:

Berita Terkait