Ibrahim melanjutkan pada tahun 1997 DNC hanya memiliki 10 advokat. Lalu pada tahun 2000-an DNC memiliki sekitar 25 advokat. Lalu, sempat menurun tahun 2004, dan kembali lagi meningkat menjadi sekitar 30-an advokat. Kini, AYMP memiliki enam partners, dua diantaranya of Counsel dan sekitar 40-an advokat.
“Sama halnya seperti DNC, AYMP tidak pernah menggunakan advokat asing. Semuanya ditangani oleh advokat AYMP sendiri. Meskipun saat ini AYMP banyak juga menangani perkara perusahaan asing (PMA) sekitar 50 persen. Sisanya, 50 persen menangani perkara perusahaan nasional,” kata Ibrahim.
Didi pun mengungkap rahasia sukses bagi advokat-advokat muda yang ingin tetap bertahan menjadi advokat profesional. Intinya, ada dua yakni selalu terbuka dan selalu ingin belajar. “Walaupun sudah pensiun, saya tetap ingin belajar. Sering membaca buku, seperti buku Pak J Satrio,” tutupnya.
















