Facebook Akui Tak Dapat Lindungi Data Pengguna di Indonesia
Berita

Facebook Akui Tak Dapat Lindungi Data Pengguna di Indonesia

DPR meminta Facebook harus bertanggung jawab apabila tidak bisa membuktikan. Sebab, disinyalir ada konspirasi antara Facebook dan Alexander Kogan yang menyebabkan data pengguna Facebook berpindah ke Cambridge Analytica.

Rofiq Hidayat
Bacaan 2 Menit

 

“Kalau tidak ada yang mengaku bersalah, dan dibebankan ke pengguna, dimana tanggung jawab moral kita terhadap jutaan pengguna?” Baca Juga: Meski Telah Kirim SP II, Pemerintah Diyakini Tak Berani Blokir Facebook

 

Konspirasi Facebook dan Kogan?

Anggota Komisi I, Andreas Hugo Pareira menilai Facebook membiarkan Kogan memberi data pengguna ke Cambridge Analytica. “Seharusnya Facebook bertanggung jawab  terhadap orang-orang yang menjual data,” tudingnya.

 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menilai Facebook tidak dapat melepaskan diri dari pengamanan data para pengguna. Sebab, bila tidak dilakukan pengamanan, Facebook sama halnya telah melakukan pembiaran terhadap tindakan Kogan. “Facebook melakukan pembiaran, sehingga ada pelanggaran,” ujarnya.

 

Menurutnya, persoalan ini terdapat hubungan erat antara Facebook dengan Dr Alexander Kogan. Sebab, Cambridge Analytica membeli data pengguna Facebook melalui Kogan. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin Facebook tidak melakukan pembiaran, sementara Kogan dengan leluasa memberikan data ke Cambridge Analytica?

 

“Lalu bagaimana Anda (Facebook) meyakinkan kami tidak melakulan pembiaran dan tidak ada konspirasi antara Facebook dengan Kogan. Kalau terjadi konspirasi Facebook dengan Kogan, justru persoalannya ada di Anda. Anda (Facebook)  harus membuktikan, kalau tidak bisa membuktikan, itu artinya Facebook harus bertanggung jawab,” katanya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info