FH UII Perkuat Riset Global Lewat Workshop International Grants
Terbaru

FH UII Perkuat Riset Global Lewat Workshop International Grants

Riset dan partisipasi aktif dalam jejaring hibah dunia adalah bagian dari komitmen FH UII untuk mendukung visi UII sebagai universitas berkelas dunia.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Dekan Fakultas Hukum UII, Prof Budi Agus Riswandi. Foto: RES
Dekan Fakultas Hukum UII, Prof Budi Agus Riswandi. Foto: RES

Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) kembali menegaskan perannya sebagai pelopor penguatan riset global melalui penyelenggaraan Workshop for International Research Grants. Kegiatan strategis ini digelar selama dua hari, 17-18 Oktober 2025, dan melibatkan seluruh pusat studi di lingkungan FH UII.

Sebagai salah satu fakultas hukum tertua di Indonesia, FH UII terus berinovasi dalam menjawab dinamika zaman. Beragam pusat studi yang berfokus pada hukum bisnis, perlindungan konsumen, hak asasi manusia, hukum internasional, hingga teknologi hukum menjadi motor penggerak dalam upaya membangun ekosistem riset hukum yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing global.

“Lebih dari sekadar forum berbagi pengetahuan, workshop ini menjadi ruang bertemunya ide, refleksi, dan kolaborasi lintas disiplin. Melalui kegiatan ini, para peneliti di FH UII diharapkan dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memetakan potensi riset fakultas menuju panggung akademik global,” ujar Dekan FH UII, Prof Budi Agus Riswani dalam keterangan resminya, Senin (20/10/2025).

Baca juga:

Hukumonline.com

Suasana Workshop for International Research Grants FH UII. Foto: Istimewa

Hari pertama peserta yang berasal dari berbagai pusat studi di lingkungan FH UII, di antaranya hukum lingkungan, hukum bisnis, hak asasi manusia, hingga hukum teknologi dan perlindungan konsumen berkumpul untuk membedah tema besar  ‘The Importance of External Grants for Academic Capacity Building’.

Dalam sesi ini, pemateri menegaskan kemampuan memperoleh hibah riset eksternal bukan sekadar soal pendanaan, tetapi juga indikator kemandirian dan daya saing sebuah institusi akademik.

Kemudian, sesi kedua mengusung tema ‘Exploring Opportunities for External Research Grants’ membuka wawasan para peserta tentang berbagai lembaga donor dan lembaga pendanaan internasional salah satunya skema Erasmus+. Melalui diskusi interaktif, peserta diajak mengenali kecocokan antara fokus riset yang mereka miliki dengan prioritas lembaga pendanaan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info