“BLC UPH 2024 bukan hanya sekadar lomba, namun juga menjadi ajang pembelajaran dan networking yang bermanfaat bagi seluruh peserta. Dengan suksesnya acara ini, FH UPH terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan hukum dan mendukung terciptanya keamanan ekosistem digital yang berdaulat di Indonesia,” tulis FH UPH dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/6).

Rangkaian acara diisi juga dengan seminar nasional bertema “Strategi Kedaulatan Data Indonesia: Peningkatan Proteksi Data dalam Mendukung Ekosistem Digital Indonesia”. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya proteksi data di era digital, terutama bagi generasi muda.
Seminar menghadirkan sejumlah pakar ternama di bidangnya, yaitu: Prof. Dr. Ida Bagus Rahmadi Supancana, S.H., M.H., ahli dalam bidang hukum siber (Cyber Law); Robert Hasan, Partner di IABF Law Firm; serta Alfons Tanujaya, S.M., M.B.A., Ketua Komisi Tetap Cyber Security Awareness APTIKNAS Indonesia. Acara ini dimoderatori oleh Jerry Shalmont, S.H., M.H., Wakil Ketua Program Studi Fakultas Hukum UPH.
Tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa UPH saja, namun seminar ini juga terbuka untuk umum. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga turut berpartisipasi, baik secara langsung di kampus UPH maupun melalui live streaming di YouTube. Dengan demikian, seminar ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta yang tertarik pada isu proteksi data dan keamanan siber.
Dalam seminar, para pembicara membahas berbagai aspek penting mengenai proteksi data di era digital. Salah satu fokus utama adalah memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya berhati-hati dalam mengunggah data di media sosial. Data yang tampaknya tidak penting saat ini mungkin menjadi krusial di masa depan. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan dapat mengedukasi para generasi muda tentang jejak digital yang tak bisa dihapus dan bagaimana mengelola data pribadi dengan bijak.
















