“Setiap prestasi mahasiswa adalah bagian dari cerita Fakultas Hukum. Yang kami apresiasi bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga keberanian untuk mencoba, proses untuk terus belajar, dan kerja keras yang dilakukan hingga mencapai titik tersebut. Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk menemukan potensi dan berani mengembangkannya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Roy Andreas, menekankan pentingnya ruang pengembangan kapasitas mahasiswa di luar proses pembelajaran di kelas.
“Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dirinya. Kampus perlu menyediakan ruang agar mahasiswa dapat tumbuh melalui berbagai pengalaman, baik akademik maupun nonakademik. Capaian yang diraih hari ini diharapkan menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas. Melihat jumlah prestasi yang dihasilkan Fakultas Hukum, kami merasa perlu untuk dicontoh oleh Fakultas lain yang ada di Unsoed,” tegas Roy Andreas.
Penyematan Pin Apresiasi Dekan bukan sekadar seremoni penghargaan. Agenda ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap nama dan pin yang tersemat terdapat proses yang panjang. Ada mahasiswa yang belajar berbicara di depan publik, ada yang berlatih menyusun argumentasi, ada yang menghabiskan waktu di lapangan olahraga, ada yang belajar bekerja dalam tim, serta ada pula yang berulang kali mencoba hingga akhirnya membawa pulang kemenangan.
Bagi FH Unsoed, membangun budaya prestasi berarti menciptakan lingkungan yang tidak hanya mendorong mahasiswa untuk menjadi juara, tetapi juga membantu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berintegritas, mampu bekerja sama, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat. Sebab, prestasi bukanlah garis akhir, melainkan salah satu cara mahasiswa menemukan sejauh mana mereka mampu melangkah dan seberapa besar manfaat yang dapat mereka bawa ketika melangkah lebih jauh.
















