Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, mengungkapkan kegelisahannya saat berbagi pengalaman dalam beberapa lawatan ke luar negeri. Dalam setiap kunjungan, Arsjad kerap menerima pertanyaan dari pengusaha asing tentang kondisi internal Kadin yang mengalami dualisme kepemimpinan.
“Saat bertemu pengusaha dari berbagai negara, pertanyaan yang sering muncul adalah: apa yang terjadi dengan Kadin Indonesia?” ujar Arsjad saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (29/11).
Arsjad menceritakan pengalaman yang dialaminya di berbagai forum internasional, termasuk saat menghadiri ASEAN Business Investment Summit di Laos pada 9 Oktober 2024 dan Future Investment Initiative Conference di Riyadh, Arab Saudi, pada 29 Oktober 2024. Menurutnya, perhatian terhadap dinamika internal Kadin bukan hanya datang dari pengusaha dalam negeri, tetapi juga menjadi sorotan para pemimpin dan pelaku bisnis internasional.
Baca Juga:
- Kadin Minta Rencana Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Ditunda
- 7 Jurus Kadin Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Konflik dengan Anindya Bakrie, yang turut menjadi isu sentral dalam organisasi, bahkan telah mencuri perhatian dunia. Situasi ini, menurut Arsjad, sangat disayangkan karena upaya besar telah dilakukan untuk membangun reputasi Kadin di tingkat global.
“Kami sudah mengadakan berbagai forum internasional, seperti ASEAN Business Investment Summit dan G20, untuk mengangkat citra Kadin. Tapi kalau kondisinya seperti ini, apa yang kita harapkan dari dunia usaha internasional?” ujar dia.
Arsjad menegaskan bahwa menjaga kepercayaan dunia usaha internasional adalah kunci untuk mencapai target investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mempertanyakan dampak kondisi internal Kadin terhadap target ekonomi yang telah ditetapkan.
















