Selain fitur yang memudahkan untuk pengecekan ulang, Christine juga melihat AIlex sebagai langkah awal untuk mengetahui suatu hal sehingga membantu dan mempercepat riset. Ia berencana bakal membuka akses penggunaan AIlex kepada tim bisnis terkait yang memang bertanggung jawab dalam pengecekan kepatuhan produk. Dengan demikian tim bisnis terkait memiliki pemahaman yang lebih cepat.
Christine mengapresiasi salah satu fitur terbaru AIlex. Yakni kemampuan membuat legal memo otomatis juga merupakan salah satu fitur menarik yang bisa semakin dikembangkan. Menurutnya pembuatan legal memo belum terlalu terpakai untuk kebutuhannya. Pasalnya harus ada prompt yang spesifik sehingga legal memo yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.
“Idealnya kan memang semua fitur terkait hukum ada di dalam satu dashboard, tapi untuk kebutuhan saat ini sudah sangat cukup karena belum ada Gen AI lain yang memiliki hal serupa AIlex,” ujarnya.
Di tengah tantangan riset hukum yang semakin kompleks, seperti kebutuhan memahami banyak peraturan turunan setelah omnibus law, Christine menyebut AIlex sebagai solusi tepat.
Menurutnya, tidak memungkinkan bagi in-house counsel untuk mengetahui dan hafal seluruh peraturan. Apalagi untuk memetakan satu masalah sesuai dengan peraturannya. Pasalnya bakal banyak peraturan terkait mulai dari level daerah hingga kementerian terkait.
Christine sangat merekomendasikan penggunaan AIlex bagi rekan sesama profesional hukumnya. Bahkan ia menyarankan para lawyer asing yang memiliki kebutuhan untuk mencari peraturan hukum Indonesia agar menggunakan AIlex.
“Saya juga merekomendasikan foreign lawyer yang memiliki kebutuhan hukum Indonesia untuk mereka mengerti konteks hukum Indonesia lewat AIlex. Setidaknya untuk langkah awal pengantar hukum Indonesia ini sangat membantu sekali,” pungkas Cristine.
















