Hukumonline baru saja meluncurkan layanan informasi hukum berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Layanan tersebut telah diuji coba secara eksternal, salah satunya dari Center for Law, Technology, RegTech & LegalTech Studies Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (CTRL FH UGM).
Chief Content Officer Hukumonline Robert Sidauruk menyampaikan layanan Ask Hukumonline dapat dimanfaatkan untuk riset hukum bagi banyak pihak. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, riset hukum dapat lebih efektif dan efisien. Ask Hukumonline AI kemudian menjalani tahapan pengujian dan validasi, yang dilanjutkan dengan try out ujian profesi advokat dan soal-soal ujian Hukum Pasar Modal.
“Hasilnya, Ask Hukumonline AI lulus dalam ujian-ujian tersebut. Ask Hukumonline AI juga sebelumnya telah menjalani pengujian oleh beberapa expert, dan akhirnya disempurnakan hingga akhirnya dirilis secara resmi pada September lalu,” ungkap Robert dalam Seminar “Implementasi Kecerdasan Artifisial Generatif dalam Penelitian Hukum: Peluang dan Tantangan” di Gedung FH UGM, Yogyakarta, Jum’at (1/11/2024).

Suasana seminar bertajuk “Implementasi Kecerdasan Artifisial Generatif dalam Penelitian Hukum: Peluang dan Tantangan”.
Baca Juga:
• Diluncurkan! Ask Hukumonline, Pionir Kecerdasan Buatan Generatif di Bidang Hukum
• Ask Hukumonline, Generative AI untuk Mendukung Kerja In-House Counsel
• Hadirkan Teknologi, AI Ask Hukumonline Jadi Inovasi Baru Riset Hukum
Robert menjelaskan Hukumonline berkomitmen mengembangkan fitur Ask Hukumonline AI agar semakin adaptif dan relevan dengan kebutuhan pengguna dalam melakukan riset hukum. Dia menyadari teknologi yang dilengkapi dengan kemampuan memahami konteks peraturan, penalaran hukum, dan pemrosesan bahasa alami ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjawab tantangan riset hukum di Indonesia yang semakin kompleks, berpotensi menjadi penggerak transformasi dalam sistem hukum.
Dia menceritakan Ask Hukumonline AI, sebagai platform AI generatif pertama di Indonesia yang dirancang untuk mempermudah riset hukum. Berawal di tahun 2017, ketika itu Hukumonline memulai dengan mengembangkan Advance Search sebagai fitur pencarian cepat. Kemudian pada 2018, Hukumonline meluncurkan Legal Intelligence Assistant sebagai chatbot pertama bidang hukum di Indonesia.
















