Dengan adanya pembagian tanggung jawab tersebut, perusahaan dapat merespons risiko secara lebih cepat dan terarah. Sistem ini juga memungkinkan perusahaan mengetahui langkah mitigasi yang harus dilakukan apabila risiko benar-benar terjadi.
.jpg)
Kevin melanjutkan, terkait aspek compliance dalam GRC berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan maupun kebijakan internal perusahaan. Kepatuhan tersebut mencakup tidak hanya aturan eksternal, tetapi juga standar operasional prosedur yang disusun perusahaan.
Dia menyarankan agar perusahaan dapat senantiasa mendokumentasikan segala aspek perusahaan. Hal ini dibutuhkan sebagai alat bukti kepatuhan perusahaan apabila ada pemeriksaan perusahaan.
“Dengan adanya GRC ini kepatuhan hukum dan regulasi bisa secara lebih efektif ditaati dan secara lebih efektif didokumentasikan. Jadi ketika ada pemeriksaan atau due diligence, perusahaan tidak lagi kesulitan mencari dokumen atau menunjukkan bukti kepatuhan,” tegasnya.
Sementara, Partner Ashurst OSP, Ratih Nawangsari berpandangan penerapan GRC tidak dapat hanya dilakukan oleh divisi legal atau kepatuhan. Seluruh unit kerja harus memahami risiko yang menjadi tanggung jawab masing-masing agar sistem pengelolaan risiko dapat berjalan efektif.
“Tidak cukup kalau cuma bagian Legal dan Compliance yang ngerti soal GRC. Kalau stop di situ dan tidak disebarkan ke business unit lain, ya itu sama juga bohong. Karena risiko itu seringkali justru berasal dari kegiatan operasional yang paling dipahami oleh unit bisnis,” ujarnya.
.jpg)
Partner Ashurst OSP, Ratih Nawangsari. Fotografer/RES
Perempuan biasa disapa Ipop itu mengingatkan penyebaran pemahaman mengenai tata kelola dan manajemen risiko kepada seluruh karyawan termasuk manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan GRC. Tanpa adanya kesadaran bersama, perusahaan akan kesulitan merespons risiko secara tepat.
“Harus ada komitmen dari manajemen supaya prinsip-prinsip ini memang diimplementasikan secara merata dan menyeluruh ke seluruh divisi dan unit bisnis. Karena kalau hanya sebagian yang memahami, penerapan GRC tidak akan berjalan efektif,” pungkas Ipop.
















