Guru Besar Ekonomi UI: Era Digital Membuka Jalan Bagi Diskriminasi Harga yang Dipersonalisasi
Terbaru

Guru Besar Ekonomi UI: Era Digital Membuka Jalan Bagi Diskriminasi Harga yang Dipersonalisasi

Praktik ini memiliki konsekuensi bagi konsumen. Salah satu risiko utama adalah hilangnya consumer surplus, yaitu selisih antara harga yang bersedia dibayar konsumen dengan harga yang sebenarnya dibayarkan.

CR 33
Bacaan 3 Menit

Menurutnya, meskipun teknologi memungkinkan diskriminasi harga yang lebih presisi, hal ini juga membuka potensi penyalahgunaan, terutama dalam pengumpulan dan penggunaan data konsumen.

“Regulasi harus mempertimbangkan keseimbangan antara meningkatkan efisiensi ekonomi dan melindungi hak konsumen. Apakah personalized pricing perlu diintervensi melalui hukum? Itu tergantung pada konteks dan tujuan regulasi di setiap negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ine menekankan bahwa perubahan besar dalam perilaku perusahaan dan konsumen di era digital memerlukan pendekatan baru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dari diskriminasi harga, baik terhadap efisiensi ekonomi maupun kesejahteraan konsumen.

“Era digital telah membuka peluang baru, tetapi juga tantangan besar. Bagaimana strategi perusahaan dalam menentukan harga memengaruhi kesejahteraan konsumen harus menjadi perhatian utama. Ini adalah bidang yang terus berkembang dan membutuhkan perhatian dari ekonom, regulator, dan masyarakat,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info