Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Aru Armando, memaparkan berbagai proyeksi perkembangan dunia usaha pada tahun 2025. Dalam Diskusi Hukum Persaingan Usaha yang bertajuk ‘Strategic Insight: Key Trends and 2025 Outlook on Competition Policy’, ia menyoroti peningkatan tren merger dan akuisisi yang signifikan, terutama di sektor strategis seperti teknologi komunikasi, energi terbarukan, dan keuangan.
Menurut Aru, konsolidasi melalui merger dan akuisisi akan menjadi strategi utama perusahaan untuk memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Tren ini diperkirakan meningkat pada 2025, dengan fokus pada transformasi digital dan inovasi teknologi.
Ia menjelaskan banyak perusahaan akan mengakuisisi startup atau perusahaan teknologi yang memiliki keunggulan di bidang digitalisasi. Selain itu, ekspansi pasar global dan restrukturisasi operasional juga akan menjadi alasan utama dibalik strategi akuisisi ini.
Baca Juga:
- 70 Persen Perkara Didominasi Pelanggaran Tender, KPPU Prioritaskan Kasus Besar di 2025
- 5 Perusahaan Besar yang Masuk Meja KPPU Sepanjang 2024
“Perusahaan besar tidak hanya ingin memperluas portofolio produk dan layanan mereka, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan global yang terus berubah,” jelasnya di Jakarta, Jumat (10/1).
Aru menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan di sektor teknologi, tetapi juga di sektor lain seperti energi dan keuangan. Inovasi teknologi dan digitalisasi menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang, sehingga akuisisi perusahaan yang memiliki keunggulan ini menjadi langkah logis untuk menghadapi kompetisi global.
Dalam hal pengawasan, Aru menyampaikan bahwa KPPU terus memperhatikan potensi pelanggaran dalam perjanjian kemitraan, khususnya di sektor kelapa sawit. Sektor ini, kata dia, memiliki tantangan besar, terutama dalam pola kemitraan inti-plasma, dimana pelaku usaha besar seringkali memiliki posisi yang lebih dominan dibandingkan pelaku usaha kecil. Lalu, regulasi yang mewajibkan pelaku usaha besar mengelola 20 persen lahan sawit bersama mitra kecil menjadi salah satu area yang diawasi ketat.
















