Fakultas Hukum Universitas Jenderal Achmad Yani (FH Unjani) meresmikan Hukumonline Corner sebagai fasilitas pembelajaran digital untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan literasi hukum. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan dosen mengakses basis data hukum, menganalisis regulasi, serta melakukan riset hukum secara lebih efektif.
Wakil Dekan II FH Unjani, Diah Arimbi, mengatakan kerja sama dengan Hukumonline membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan literasi, serta mengembangkan karya akademik.
“Kerja sama dengan Hukumonline ini tentu menjadi kesempatan yang luar biasa untuk memperluas wawasan kita. Civitas akademika fakultas, baik dosen maupun mahasiswa, dapat lebih banyak berkarya, belajar, dan meningkatkan literasi karena hal ini sangat penting bagi kita semua,” ujar Diah dalam sambutannya pada acara peresmian yang digelar di FH Unjani, Cimahi, Selasa (20/10).
Baca Juga:
- FH Unika Atma Jaya Resmikan Hukumonline Corner
- Dukung Kegiatan Akademik, FH Universitas Diponegoro Resmikan Hukumonline Corner
Adapun peresmian Hukumonline Corner tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga diisi dengan seminar bertema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan masa depan dunia hukum yang dibawakan oleh Hukumonline.
Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, menurut Diah, perlu disertai pemahaman mengenai batasan dan akurasi teknologi tersebut. Ia menyebut hasil yang diberikan AI masih perlu dikaji lebih lanjut sehingga pengguna tidak seharusnya mengandalkan teknologi itu sepenuhnya tanpa melakukan verifikasi.
“Jangan sampai, kalau dalam bahasa Jawa, 'salah kaprah'. Kita mengandalkan AI sepenuhnya tanpa memfilternya dengan baik,” katanya.

Wakil Dekan II FH Unjani, Diah Arimbi dalam sambutannya di acara peresmian Hukumonline Corner yang digelar di FH Unjani, Cimahi, Selasa (20/10). Foto: HFW
Ia berharap seminar tersebut dapat mendorong mahasiswa dan akademisi menggunakan AI secara bijak, termasuk memahami batasan penggunaannya dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.
Sementara itu, AVP Premium Content Hukumonline, Christina Desy, mengatakan kerja sama dengan FH Unjani merupakan bagian dari program University Solutions untuk memperkuat ekosistem akademik dan riset hukum di perguruan tinggi. Perkembangan regulasi yang semakin dinamis dan kompleks menuntut para akademisi serta mahasiswa hukum untuk terus mengikuti perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

AVP Premium Content Hukumonline, Christina Desy, di acara peresmian Hukumonline Corner yang digelar di FH Unjani, Cimahi, Selasa (20/10). Foto: HFW
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Hukumonline mengembangkan AIlex, yaitu fitur riset hukum berbasis AI yang diharapkan dapat membantu civitas akademika dalam menjalankan kegiatan riset dan pembelajaran hukum. “Kami selalu melakukan pengembangan dan inovasi, salah satunya dengan meluncurkan fitur AI yang kami beri nama AIlex,” ujar Desy pada kesempatan yang sama.
Ia berharap fitur AIlex dan layanan Hukumonline lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh dosen dan mahasiswa FH Unjani untuk mendukung kegiatan akademik.
“Kami berharap segala fitur yang ada di Hukumonline dan kerja sama yang baik ini dapat senantiasa berlangsung, serta tentunya dapat mendukung para civitas akademika di FH Unjani untuk menjalankan perannya seoptimal mungkin,” harapnya.
Dosen FH Unjani sekaligus Managing Partner Sutedja & Partners Law Firm, Andrew Sutedja, menilai kerja sama tersebut penting untuk mengembangkan riset hukum berbasis AI. Namun, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap seluruh jawaban yang dihasilkan teknologi sebagai kebenaran mutlak.
AI, kata dia, dapat membantu mempercepat proses pencarian informasi dan penyusunan analisis hukum. Meski demikian, hasilnya tetap harus diperiksa, terutama ketika digunakan untuk kepentingan akademik maupun pekerjaan profesional.
“Pola pikir harus dibangun dari sekarang bahwa AI hanya berfungsi untuk membantu. Jangan membiasakan diri menganggap apa yang dihasilkan oleh AI 100 persen mutlak sebagai jawaban yang diharapkan dosen. Jangan seperti itu,” kata Andrew.
Ia mencontohkan penggunaan AI dalam penyusunan tugas mahasiswa. Menurutnya, dosen dapat menilai apakah mahasiswa benar-benar memahami materi atau sekadar menyalin hasil AI melalui kesesuaian antara rumusan masalah, judul, dan analisis yang disampaikan.

Dosen FH Unjani sekaligus Managing Partner Sutedja & Partners Law Firm, Andrew Sutedja, dalam sambutannya di acara peresmian Hukumonline Corner yang digelar di FH Unjani, Cimahi, Selasa (20/10). Foto: HFW
Andrew juga membedakan penggunaan AI untuk kebutuhan umum dengan platform yang dirancang khusus untuk riset hukum. Ia menyebut ChatGPT dan Claude sebagai perangkat yang dapat membantu berbagai kebutuhan umum, sedangkan AIlex memiliki fokus pada data peraturan, riset hukum, dan penyusunan memorandum hukum (legal memo).
Melalui AIlex, mahasiswa juga dapat mengembangkan pertanyaan lanjutan (follow-up questions) untuk memperdalam analisis hingga menyusun pendapat hukum (legal opinion). Proses tersebut tetap membutuhkan kemampuan pengguna untuk menilai ketepatan dan relevansi jawaban yang dihasilkan.
Andrew berharap kehadiran Hukumonline Corner dapat meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran di FH Unjani. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna mengembangkan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan profesi hukum di era digital.
“Saya senang dapat membantu mengajar di sini dan diberi kesempatan untuk mengembangkan Fakultas Hukum ini. Mari sama-sama kita bangun fakultas ini ke depan agar menghasilkan lulusan Fakultas Hukum yang berkualitas dan mampu menjadi pemimpin,” pungkasnya.
















