Landlord Liability Diusulkan Masuk ke Tindak Hukum Pelanggaran Kekayaan Intelektual
Berita

Landlord Liability Diusulkan Masuk ke Tindak Hukum Pelanggaran Kekayaan Intelektual

Untuk menjerat perdagangan barang palsu, landlord liability (pemilik mall) perlu turut bertanggung jawab terhadap keaslian produk yang diperjual belikan.

Oleh:
M. Agus Yozami
Bacaan 2 Menit

 

(Baca Juga: Presiden Terbitkan PP Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual)

 

Sekadar pengetahuan, ada definisi dari beberapa kategori kekayaan intelektual di antaranya desain industri, merek, dan paten. Berdasarkan Pasal 1 angka 1Undang–Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, yang dimaksud Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

 

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, definisi merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

 

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, definisi Paten dan invensi adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

 

Sedangkan Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecehan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Tags:

Berita Terkait