IKA UII Perkuat Solidaritas Alumni, Dorong Peran Nyata bagi Umat dan Negeri
Terbaru

IKA UII Perkuat Solidaritas Alumni, Dorong Peran Nyata bagi Umat dan Negeri

IKA UII sebagai rumah besar yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan kontribusi untuk bangun bangsa.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII), Ari Yusuf Amir dalam momentum Halal Bihalal 2026. Foto: RES
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII), Ari Yusuf Amir dalam momentum Halal Bihalal 2026. Foto: RES

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) menegaskan komitmennya untuk memperkuat solidaritas alumni dan mendorong kontribusi nyata bagi umat serta negeri. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum IKA UII, Ari Yusuf Amir dalam momentum Halal Bihalal 2026.

“Alhamdulillah, hari ini kita tidak sekadar bertemu, tapi sedang pulang, pulang kepada nilai, pulang kepada akar. Sejauh apa pun kita melangkah, UII senantiasa menjadi tempat kita kembali,” ujar Ari dalam sambutannya dalam kegiatan yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Ia menyampaikan pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi momentum untuk kembali kepada nilai-nilai dasar yang telah ditanamkan oleh kampus.

Ia menekankan, Halal Bihalal memiliki makna lebih dalam dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan proses refleksi batin yang mengajarkan kerendahan hati, keberanian untuk saling memaafkan, serta kesadaran akan pentingnya keterhubungan antarindividu.

Baca juga:

Advokat yang menjadi kuasa hukum perkara Tom Lembong dan Nadiem Makarim itu juga mengungkapkan perkembangan organisasi IKA UII yang semakin luas. Sudah terbentuk 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), 80 Badan Pengurus Wilayah (BPW), 22 badan otonom, serta satu BPW di luar negeri. Ia menyebut capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti kuatnya semangat kebersamaan alumni.

Hukumonline.com

Halal Bihalal 2026 IKA UII digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Foto: RES

“Kami berkomitmen untuk hadir dalam bentuknya nyata, menjadikan IKA UII bukan sekedar ruang nostalgia. Kita bisa membuat kebersamaan dalam hal ini, tapi memposisikan IKA UII sebagai energi kekuatan korektif yang bekerja dan menghadirkan manfaat bagi umat dan negeri,” tegasnya.

Selama satu tahun terakhir, lanjut Ari, IKA UII telah menjalankan berbagai program, mulai dari pemberian ratusan beasiswa untuk mahasiswa jenjang S-1 hingga S-3, penggalangan dana melalui kegiatan olahraga, hingga seminar berbasis profesi. Selain itu, IKA UII juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial, termasuk penyaluran bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta kegiatan sosial selama bulan puasa Ramadan seperti santunan anak yatim.

Lebih jauh, Ari mengajak seluruh alumni untuk menjadikan IKA UII sebagai rumah besar yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Hukumonline.com

Foto bersama Halal Bihalal 2026 IKA UII. Foto: RES

“IKA UII harus kita hidupkan sebagai ruang tempat wilayah keislaman dan keindonesiaan, menderma dalam kejayaan nyata, di mana integritas dijaga, profesionalitas dihidupkan, dan juga keadilan perjuangan dengan keberanian,” kata Ari.

Dalam konteks global, ia juga menyinggung dinamika geopolitik yang dinilai menjadi ujian moral bagi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa IKA UII tidak boleh bersikap pasif dan harus berani berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan.

“Kita tidak boleh terpecah oleh perbedaan. Yang kita butuhkan hari ini adalah kesatuan kesadaran bahwa keadilan dan kemanusiaan adalah nilai yang harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi alumni dalam menjaga nama baik kampus. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik. Fathul Wahid menyebutnya tidak hanya bernilai sosial tetapi juga berdampak pada kebahagiaan dan umur panjang, sebagaimana hasil riset dari Universitas Harvard.

Hukumonline.com

Rektor UII Fathul Wahid dalam momentum Halal Bihalal 2026. Foto: RES

“Salah satu kunci kebahagiaan adalah menjaga hubungan baik. Orang yang mampu menjaga relasi dengan baik, dalam banyak riset, cenderung hidup lebih lama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fathul juga menyampaikan sambutannya tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir sebagai rektor. Masa jabatannya akan segera berakhir pada Juni 2026 mendatang. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya dapat membawa UII semakin maju dan dikenal luas, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi kampus.

“Saya berharap sekali lagi kerja sama yang baik, karena bagi kami di kampus, alumni adalah wajah UII di tengah-tengah masyarakat. Ketika alumni nya sangat, insyaallah nama baik UI juga akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info