Ini 3 Topik Besar yang Dibahas dalam Rapimnas & Rakernas AAI 2023
Terbaru

Ini 3 Topik Besar yang Dibahas dalam Rapimnas & Rakernas AAI 2023

Berupa perkembangan rekonsiliasi dan konsolidasi AAI, penegasan netralitas AAI sebagai organisasi advokat di tengah suasana Pemilu serentak 2024 mendatang, hingga rencana pembentukan Pusat Bantuan Hukum di sejumlah DPC AAI.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
DPP AAI pimpinan Arman Hanis menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023. Foto: FKF
DPP AAI pimpinan Arman Hanis menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023. Foto: FKF

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Advokat Indonesia (DPP AAI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023. Perhelatan ini menjadi Rapimnas yang pertama kalinya digelar oleh kepengurusan AAI 2022-2027 di bawah kepemimpinan Arman Hanis sebagai Ketua Umum DPP AAI. 

“Agenda terbesar kita memang pertama itu pertemuan dengan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) untuk memberikan arahan yang harus kita kerjakan bersama sebagai organisasi Advokat,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP AAI, Bobby R Manalu, di sela-sela acara kepada Hukumonline, Senin (11/12).

Arahan yang dimaksud untuk menjalin keselarasan antara DPP dan DPC dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. “Kita juga ingin menegaskan posisi organisasi AAI sebagai organisasi advokat independen di tengah suasana pemilu. Agar jangan organisasi advokat dibawa-bawa ke arah politik tertentu. Karena posisi kita menjaga negara hukum dan demokrasi,” kata dia.

Baca Juga:

Untuk itu, dalam kesempatan Rapimnas & Rakernas AAI 2023, netralitas organisasi advokat khususnya dalam hal ini AAI kembali ditekankan. Di samping penegasan posisi AAI sebagai organisasi advokat di tengah nuansa pemilihan umum, ia menjelaskan agenda besar lainnya yang diangkat adalah masalah rekonsiliasi AAI.

“Sejak Munas Makassar itu (rekonsiliasi) terus dikerjakan oleh kepengurusan kali ini di bawah pimpinan pak Arman Hanis. Kita berharap, kerja itu semakin mengerucut. Karena memang sudah ada pembicaraan diantara para pengurus AAI yang lain, setidaknya di tahun depan kita mungkin masuk Munaslub bersama,” ungkapnya.

Saat ini terdapat sejumlah poin-poin yang hendak disepakati bersama bulan depan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pengurus DPP AAI dalam rangka melakukan rekonsiliasi antara tiga organisasi AAI yang terpecah. “Mudah-mudahan ini menjadi sejarah untuk organisasi advokat di Indonesia bahwa persatuan dan penyatuan itu mungkin sekali dikerjakan,” imbuhnya.

Hukumonline.com

Foto bersama peserta Rapimnas AAI. Foto: FKF

Di samping kedua pembahasan di atas, Bobby menuturkan bahwa dalam Rapimnas & Rakernas AAI 2023 yang berlangsung pada 11-13 Desember 2023 di Hotel Aryaduta Menteng ini juga akan membahas sejumlah rencana program kerja kepengurusan. Salah satunya mengenai rencana mendorong pembentukan PBH (Pusat Bantuan Hukum) di DPC AAI.

Tags:

Berita Terkait