Memasuki tahun 2026, pendidikan tinggi hukum di Indonesia berada pada persimpangan penting antara penguatan akademik dan tuntutan profesional yang kian dinamis. Di tengah kebutuhan akan lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga adaptif, terampil, dan berkarakter, peran dosen hukum menjadi semakin krusial.
Para dosen hukum bukan sekadar pengajar di ruang kelas, melainkan aktor utama dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik hukum yang sesungguhnya. Dalam konteks inilah, Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025 menjadi refleksi atas kontribusi nyata para pendidik hukum dalam membentuk generasi jurist yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Publikasi daftar dosen hukum favorit ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk memperoleh gambaran umum, mengidentifikasi kecenderungan, serta menganalisis preferensi mahasiswa hukum terkait keterampilan praktis, penguasaan soft skills, dan dukungan layanan hukum digital.
Sebelum survei diisi oleh mahasiswa, pihak kampus melalui Dekan Fakultas atau Program Studi Hukum terlebih dahulu diberikan formulir persetujuan untuk berpartisipasi. Survei ini ditujukan kepada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan pada program studi S1 Ilmu Hukum di fakultas hukum yang tergabung dalam program University Solutions (Unisol) Hukumonline.
Selain memetakan praktik dan kebutuhan belajar mahasiswa hukum, survei ini juga bertujuan menghimpun data preferensi mahasiswa terhadap dosen favorit di lingkungan kampus, khususnya dalam hal penyampaian materi, diskusi, dan proses pembimbingan akademik.
“Data pilihan mahasiswa tersebut menjadi tahap awal dalam penentuan penerima Anugerah Dosen Hukum Favorit di setiap kampus mitra Hukumonline,” ujar Manager Research & Awards Hukumonline Katon Baskoro, Senin (30/12/2025).
Baca Juga:
















