Setidaknya dengan 57 persen orang Indonesia mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama. Terlebih sebanyak 50 persen kelompok usia 18–24 tahun mendapat informasi dari platform digital. Pergeseran cepat dari tradisi konvensional ke sumber berita daring gratis menjadi tantangan besar bagi industri media saat ini, yang terus menghadapi penurunan pendapatan.
“Sayangnya, kegagalan model ekonomi media membuat sebagian besar pendapatan justri mengalir ke pemilik platform bukan ke pembuat konten,” kata Nezar.
Namun, dominasi platform digital ini menyebabkan penurunan tajam dalam pendapatan media. Alhasil memicu krisis kepercayaan publik terhadap berita. Survei menunjukkan lebih dari 60 persen publik meragukan independensi berita. Sementara 75 persen lainnya mengaku sering kali tidak mengakses berita nasional sama sekali.
Menanggapi kondisi tersebut, menurut Nezar pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem teknologi dan jurnalisme yang saling mendukung. Langkah ini mencakup berinvestasi dalam mengembangkan ekosistem, serta pemerintah juga terlibat aktif dalam pengaturan regulasi yang bertujuan untuk mendukung penerbit langsung di platform digital.
Nezar juga menyinggung soal masa depan media di era gempuran kecerdasan buatan (AI). Secara kolektif, pemerintah maupun pemangku kepentingan dari media harus membangun ekosistem informasi yang berfungsi sebagai pendorong jurnalisme berkualitas, bukan pengganggu nilai-nilai lainnya.
“Kita harus memperjuangkan demokrasi yang lebih adil antara media dan teknologi global dalam memastikan bahwa pembuat konten diakui dan diberi kompensasi secara layak. AI harus berkembang secara etis yang menghormati manusia, menjunjung akurasi data, dan melawan penyebaran narasi yang menyesatkan,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, mengatakan pihaknya tengah memiliki perhatian serius terhadap isu AI. Karena itu pentingnya kolaborasi lintas pihak di masa krisis tersebut. Jurnalisme menurutnya sedang dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan serius dari AI ini.
















