Memacu Jurnalisme yang Bertanggung Jawab dalam Pemanfaatan AI
Terbaru

Memacu Jurnalisme yang Bertanggung Jawab dalam Pemanfaatan AI

Semua pihak seperti pemerintah, swasta serta publik luas mendukung pers yang independen dan profesional.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 2 Menit
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu dalam Seminar Nasional  bertajuk 'Jurnalisme versus Artificial Intelligence (AI): Peluang dan Tantangan' di Jakarta, Rabu (11/12/2024). Foto: Tangkapan layar youtube
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu dalam Seminar Nasional bertajuk 'Jurnalisme versus Artificial Intelligence (AI): Peluang dan Tantangan' di Jakarta, Rabu (11/12/2024). Foto: Tangkapan layar youtube

Di era digital yang terus berkembang pesat, industri media menghadapi tantangan dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam ruang redaksi. AI membuat produksi berita lebih efisiensi sehingga memungkinkan jurnalis dan redaksi untuk memproses data dalam jumlah besar, menyusun artikel otomatis, hingga menganalisis tren topik yang sedang hangat di masyarakat.

Namun, adopsi AI dalam ruang redaksi memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya keakuratan sumber informasi yang belum dapat diandalkan. Belum lagi terdapat tantangan terhadap profesi jurnalis dan etika dalam penggunaan AI.

Melihat kondisi ini, Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu menyampaikan agar perusahaan pers agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Seperti penggunaan AI dalam produksi berita. Dari aspek bisnis, Ninik berharap semua bergandengan tangan menghadirkan media yang menyajikan berita dalam multiplatform.

”Sekaligus upaya diversifikasi dan penyajian konten berkualitas. Serta, pemanfaatan teknologi AI terkini pada organisasi media secara bijak,” ujarnya dalam Seminar Nasional bertajuk 'Jurnalisme versus Artificial Intelligence (AI): Peluang dan Tantangan' di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Baca juga:

Dia menjelaskan semua pihak seperti pemerintah, swasta serta publik luas mendukung pers yang independen dan profesional. Namun di sisi lain, ekosistem pers sedang tertekan dengan keberadaan media sosial. Untuk itu, seluruh insan maupun perusahaan pers dapat mengadopsi teknologi agar lebih efektif dalam bekerja. 

Sejalan dengan itu, setiap perusahaan pers harus mampu menjaga independensi dan profesionalitasnya dalam bekerja sehingga menghasilkan karya jurnalistik yang bermanfaat dan dipercaya publik. Dia menekankan kepercayaan publik menjadi aset penting dalam keberlangsungan hidup media.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info