”Terutama di era digital yang penuh disinformasi, misinformasi dan mal informasi,” imbuhnya.
Sementara itu, praktisi media dan Chief Content Officer Kapanlagi Youniverse, Wenseslaus Manggut meyakini penggunaan AI dan jurnalis merupakan keharusan ke depannya di tengah ketatnya persaingan industri media saat ini. Dari salah satu survei, Wens menyampaikan mayoritas organisasi media yakin AI dapat menunjang dan sudah menerapkannya dalam produksi berita.

Chief Content Officer Kapanlagi Youniverse, Wenseslaus Manggut. Foto: Tangkapan layar youtube
Di sisi lain, terdapat kekhawatiran dari organisasi media mengenai kode etik dan akurasi saat menggunakan AI. Karenanya Wenseslaus yakin penggabungan antara AI dan manusia merupakan hal yang harus dilakukan.
”Seberapa canggih pun AI, perlu keterlibatan manusia untuk produksi berita,” jelas Wens.
Untuk itu, penting bagi organisasi media melatih agar para jurnalis dapat memanfaatkan teknologi AI. Agar permasalahan etika dan kemampuan dasar jurnalis seperti daya pikir kritis, tidak hilang saat menggunakan AI.
Ketua Umum AMSI periode 2020-2023 itu mendorong agar penerapan AI dapat dilakukan organisasi media. Dengan teknologi tersebut dapat menganalisis data lebih cepat sehingga dapat menghasilkan informasi lebih cepat dan akurat. AI juga dapat menghasilkan penyajian berita lebih bertenaga.
”Jurnalisme dapat menemukan model bisnis dalam ekosistem AI. Sehingga, AI bisa jadi jalan pulang jurnalisme,” tutupnya.
















