Kecelakaan beruntun yang melibatkan 19 kendaraan di Tol Cipularang KM 92 pada Senin (11/11/2024) kembali memunculkan keprihatinan akan keselamatan serta perlindungan konsumen bagi pengguna jalan tol.
Insiden tersebut menyebabkan 25 orang mengalami luka ringan, 4 luka berat, dan satu korban meninggal dunia. Dugaan sementara menunjukkan kecelakaan dipicu oleh truk bermuatan berat yang mengalami kegagalan rem, sehingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya.
Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ferry Firmawan, menyoroti masalah tersebut. Dia menyampaikan keprihatinannya. Baginya keselamatan konsumen pengguna jalan tol mestinya diutamakan. Tingginya volume truk dengan muatan berlebih yang masuk jalan tol mestinya menjadi perhatian serius.
“Peran operator jalan tol menjadi sangat penting dalam mengantisipasi risiko yang ditimbulkan oleh kendaraan berat ini, termasuk dengan menyediakan jalur penyelamat (emergency safety area) di ruas-ruas rawan kecelakaan,” ujarnya melalui siaran persnya, Rabu (13/11/2024).
Baca juga:
- Sepanjang 2023, Pengaduan Konsumen ke BPKN Didominasi Sektor Perumahan
- Kecelakaan Bus di Subang, YLKI: Cerminan Serius Aspek Keselamatan Transportasi Umum
- Lima Peristiwa Konsumen yang Ramai Sepanjang Tahun 2022
Menurutnya, pentingnya perlindungan tambahan bagi konsumen jalan tol saat terdapat kegiatan konstruksi. Dia menilai, kemacetan akibat proyek perbaikan jalan harus dikelola secara efektif untuk menjaga keamanan pengguna. Konsumen menurutnya berhak mendapatkan rasa aman saat melintas jalan tol.
“Terlebih ketika ada proyek konstruksi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan,” imbuhnya.
Selain itu, kesiapan operator jalan tol dalam memenuhi standar response time atau kecepatan tanggap dalam menangani korban kecelakaan juga dipertanyakan. Ferry menilai penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk meminimalisasi dampak buruk dari kecelakaan.
















