Berikut lampiran Permen Menteri ESDM No. 7 Tahun 2010:
No. | Gol. Tarif | Batas Daya | Biaya beban (Rp./kVA/bulan) | Biaya Pemakaian Biaya kVArh (Rp./kWArh) | Pra Bayar (Rp./kWh) |
1. | I-1/TR | 450 VA | 26.000 | Blok I : 0 s.d 30 kWh : 160 Blok II : di atas 30 kWh : 395 | 485 |
2. | I-1/TR | 900 VA | 31.500 | Blok I : 0 s.d 72 kWh : 315 Blok II : di atas 72 kWh : 405 | 600 |
3. | I-1/TR | 1.300 VA | *) | : 765 | 765 |
4. | I-1/TR | 2.200 VA | *) | : 790 | 790 |
5. | I-1/TR | Di atas 3.500 VA s.d 14 kVA | *) | : 915 | 915 |
6. | I-2 TR | Di atas 14 kVA s.d 200 kVA | **) | Blok WBP = K x 800 Blok LWBP = 680 kVarh = 835***) | - |
7. | I-3/TM | Di atas 200 kVA | **) | Blok WBP = K x 680 Blok LWBP = 680 kVarh = 735***) | - |
8. | I-4/TT | 30.000 kVA ke atas | ***) | Blok WBP dan LWBP = 605 kVarh = 605****) | - |
Keterangan Lampiran Permen ESDM No. 7 Tahun 2010:
*) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM1 = 40 (jam nyala) x Daya sambung (kVA) x Biaya Pemakaian
**) Diterapkan Rekening Minimum (RM)):
RM2 = 40 (jam nyala) x Daya sambung (kVA) x Biaya Pemakaian LWBP
***) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM3 = 40 (jam nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian WBP dan LWBP
****)Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima perseratus)
K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 S K S 2), ditetapkan oleh Direksi PLN.
WBP : Waktu Beban Puncak
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak
Batal
Lantaran terjadi kekisruhan penghitungan TDL, DPR sepakat meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan TDL yang ditetapkan melalui Permen ESDM No. 7 Tahun 2010. Dua Komisi di DPR, yakni Komisi VI dan VII akan terus melakukan koordinasi, yang selanjutnya akan melayangkan surat kepada pemerintah untuk membatalkan kenaikan TDL berdasarkan Permen ESDM tersebut.
“Kita minta dibatalkan, suratnya segera kita kirim ke pemerintah,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima.
Aria mengatakan, secara prinsip kalangan pengusaha dan Komisi VI masih menerima kenaikan TDL berdasarkan Keppres No 104 Tahun 2003 dan menolak secara tegas kenaikan TDL yang diatur dalam Permen No 7 Tahun 2010. Berdasarkan hasil rapat dengar pendapat antara Komisi VI DPR dengan 32 Asosiasi, disimpulkan; Pertama, pemerintah harus mengganti Permen ESDM No 7 Tahun 2010 dengan Keppres melalui mekanisme yang diatur dalam UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Kedua, pemerintah harus mengkaji ulang kenaikan TDL untuk rumah tangga (450-900 VA) tidak naik (0 persen) dan untuk golongan lainnya secara total pembayaran listrik dengan pemakaian daya yang sama tidak naik lebih dari 15 persen berdasarkan Keppres No 104 Tahun 2003 tanpa ada pengenaan komponen biaya lain.
















